Monday, 18 June, 2018 - 19:31

Legislator Minta Kadis Dukcapil Parimo Diganti

Husen Marjengi. (Foto: Ist)

Parimo, Metrosulawesi.com – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Husen Marjengi mengeritik kinerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat.

Menurutnya, pelayanan publik di Dukcapil Parimo belum maksimal. Buktinya, kata dia pembuatan KK, KTP maupun akte masih saja bertumpuk dan menunggu.

“Sistem yang ada di Dukcapil Parimo tersebut hanya menggunakan sistem pelayanan satu atap, sehingga di Dukcapil Parimo terkait soal pelayanan pada masyarakat dalam membuat KK, KTP maupun akte sampai saat ini mengalami kendala yang begitu besar,” ungkap Husen kepada sejumlah wartawan usai rapat di gedung DPRD Parimo, Rabu 4 April 2018.

Dia mengatakan, saat ini persoalan yang ada di Dukcapil Parimo, yakni persoalan penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan kepentingan kependukan dan pencatatan sipil.

“Saya sampaikan pada kesempatan ini bahwa ada proses hukum yang harus ada diselesaikan di Dukcapil Parimo. Oleh sebab itu, ini catatan penting bagi Pjs Bupati Parimo, karena  setahu saya walaupun bapak hanya selaku bupati Pjs, jika kondisi dinas yang sudah parah, seperti yang terjadi di Dukcapil Parimo, bapak bisa mengganti kadisnya, dengan catatan melakukan laporan tertulis maupun laporan resmi Kemendagri dari bapak Pjs bupati untuk menggantikan Kadis tersebut,” katanya.

“Saya kecewa, bahkan saya minta kepada Banggar berikan mereka (Dukcapil) anggaran besar untuk kepentingan pelayanan kependudukan yang ada di Dukcapil Parimo.  Akan tetapi sampai hari ini saya belum melakukan investigasi, dan saya meminta pada teman-teman Komisi IV DPRD Parimo agar segera melakukan peninjauan terhadap pelayanan yang ada di Dukcapil Parimo. Karena saya dengar di sana ada penggunaan anggaran yang tidak sehat, justru ada rekayasa-rekayasa yang terjadi di Dukcapil Parimo. Dan ini penting untuk saya sampaikan,” tegas Husen.

Husen menambahkan, bahwa sebelumnya dirinya sudah memberikan ide-ide agar pelayanan di dukcapil tersebut di buka juga untuk di tiap tiap kecamatan yang ada di parimo, dan itu juga anggarannya begitu besar.

“Karena saya kira ini merupakan catatan penting bagi pak Bupati Pjs Parimo, saya berharap agar kepala dinasnya diundang kemudian dipertanyakan apa yang terjadi di Dinas Dukcapil tersebut. Sehingga apa yang kita harapkan dapat tercapai, karena masyarakat sangat mengharapkan itu, yakni pelayanan yang baik. Karena pelayanan yang hingga saat ini di Dukcapil sangat menumpuk masyarakat yang ada di Dukcapil, disebabkan karena pelayanan tidak maksimal. Apalagi masyarakat yang dari wilayah utara Parimo sering kali bermalam-malam bahkan berminggu-minggu ada di Parigi hanya karena datang untuk membuat KK, KTP dan akte,” Kata Husen.

Dukcapil Siap Turun ke Kecamatan

SEMENTARA, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Parigi moutong (Parimo) Lewis mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pelayanan keliling guna mempercepat perekaman E-KTP.

“Saat ini kami Dukcapil Parimo telah siap melakukan percetakan E-KTP sebanyak 7.176 data yang yang telah dinyatakan tunggal serta memenuhi syarat untuk dicetak. Untuk itu pelayanan E-KTP keliling tersebut kami lakukan untuk di wilayah utara Parimo, karena jauh dari ibu kota kabupaten,” kata Lewis pada sejumlah wartawan Jumat 6 April 2018.

Dia mengatakan, pelayanan keliling untuk perekaman E-KTP tersebut di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Parimo. Akan tetapi untuk warga di wilayah eks kecamatan Parigi bisa langsung dilayani di kantor Dukcapil parimo, karena jaraknya dekat.

“Karena untuk wilayah eks Kecamatan Parigi kami bisa melayani perekaman E-KTP sekitar 500 hingga 750 orang perhari dan juga langsung menerbitkan surat keterangan perekaman,” tutur Lewis.

Dia menambahkan, pelayanan perekaman E-KTP tersebut maksimal dilakukan selama enam hari persatu wilayah atau satu kecamatan. Sehingga, kata dia jika di satu wilayah tersebut sudah selesai atau sudah tidak ada lagi warga yang melakukan perekaman, maka akan pindah ke kecamatan lain lagi.

“Begitu seterusnya sampai target perekaman di tiap kecamatan itu tercapai hingga 100 persen,” pungkasnya.    


Editor: Syamsu Rizal