Wednesday, 20 June, 2018 - 14:09

Legislator Morut Sebut 98 Proyek Bermasalah

RAPAT - Wakil Ketua DPRD Morut H Abudin Halilu SH memimpin rapat pertemuan dengan pimpinan OPD di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Morut Selasa, 16 Januari 2018. (Foto: Alekson Waeo/ Metrosulawesi)

Morut, Metrosulawesi.com - Anggota DPRD Morowali Utara Ir Ferry D Siombo menyebut dari 500 paket proyek pada tahun 2017, sebanyak 98 di antaranya bermasalah. Hal itu dikemukakan Ferry D Siombo pada rapat DPRD Morut bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Morut Selasa, 16 Januari 2018.

Rapat digelar sebelum legislator melakukan peninjauan lapangan dalam rangka memonitoring evaluasi pembangunan fisik dan non fisik tahun 2017.

“Dari sekitar 500 lebih paket yang tersebar di 10 kecamatan, 98 paket bermasalah dari menempatkan proyek-proyek tidak sesuai mekanisme dan banyak tidak melalui proses pembahasan,” ujar Ferry D Siombo yang legislator dari Partai Demokrat ini.

Ferry D Siombo adalah ketua Tim 3 yang meliputi Kecamatan Mori Atas, Mori Utara, Lembo dan Lembo Raya. Terkait dugaan adanya 98 proyek yang bermasalah, dia meminta kepada anggota DPRD Morut yang akan turun ke lapangan agar lebih selektif melihat proyek-proyek yang dikerjakan tahun lalu. Hanya tidak dirincikan apa saja proyek bermasalah tersebut.

Wakil Ketua DPRD H Abudin Halilu SH MSi selaku pimpinan rapat meminta pimpinan OPD jangan mengirim tenaga honor yang tidak dapat memberi penjelasan kepada anggota dewan. Dia juga mengingatkan agar OPD melengkapi dokumen data yang akan ditinjau dan harus dihadiri oleh konsultan setiap OPD di lapangan.

Sementara Asisten 2 Pemkab Morut Ir Zulsofyan Lamandasa yang mewakili bupati menegaskan kepada pimpinan OPD agar memberi perhatian khusus dalam melakukan pendampingan terhadap para anggota DPRD yang akan melakukan peninjauan lapangan pada 22 Januari-2 Februari 2018 utamanya kesiapan data-data di lapangan.

 
Editor: Syamsu Rizal