Monday, 20 August, 2018 - 11:51

Lembaga Penyiaran Wajib Hormati Ramadhan

Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Sulteng, Retno Ayuningtiyas. (Foto : Anang Prasetyo)

Palu, MetroSulteng.com - Jelang Ramadan 1435 H/2014, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah mengeluarkan surat edaran bernomor 800/320/KPID-ST/2014  tentang imbauan agar seluruh Lembaga Penyiaran (LP) hanya menyiarkan program yang tidak bertentangan Pedoman perilaku penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS).

“Pada intinya, walaupun bukan bulan Ramadan, KPID tetap mengawasi dan meminta LP  tidak menayangkan program acara yang bertentangan dengan P3 dan SPS. Tapi dengan momentum Ramadan, kami kembali mengingatkan LP menyiarkan acara yang mendukung pelaksanan ibadah bulan Ramadan, bukan acara yang merusak kekhusukan beribadah,” kata Ketua KPID Sulawesi Tengah, Andi Maddukelleng, Kamis (26/06).

Lebih lanjut, Andi Maddukelleng  menjelaskan, LP diminta tidak menjadikan bulan Ramadan sebagai bulan komoditas atau jualan. “Salah satu isi surat edaran itu, meminta kepada LP tidak menyisipkan iklan niaga saat adzan,” ujarnya.

Dalam siaran Ramadan nanti, menurut Maddukelleng, yang didampingi Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran, Retno Ayuningtyas,  KPI melakukan kerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam melakukan pemantauan siaran. Selama Ramadan, KPI dan MUI akan memantau seluruh program acara yang ditayangkan/disiarkan LP.

“Sesuai edaran KPI Pusat, selama Ramadan nanti, KPI bersama MUI tidak akan segan-segan meminta penghentian siaran, jika ditemukan pelanggaran dan berpotensi merusak kekhusukan ibadah,” tegasnya.

Rento Ayuningtyas menambahkan,  hasil pemantauan acara selama Ramadan nanti, KPI dan MUI akan memberikan award bagi program acara yang isi siarannya memiliki nilai keagamaan dan mendukung pelaksanaan Ramadan.

"Sama dengan pengawasan di pusat, kami juga secara kontinyu mengawasi LP yang ada di wilayah kerja kami," paparnya.

Menurut Retno Ayuningtyas,  dengan adanya award Ramadan, diharapkan memunculkan motivasi LP untuk meningkatkan kualitas isi siarannya dalam mendukung kekhusukan dan mendorong umat dalam beribadah.

Adapun isi surat edaran yang dikirimkan KPD Sulteng  kepada LP terkait siaran Ramadan, berupa larangan penayangan program siaran yang bertentangan dengan P3 dan SPS, terutama yang bermuatan goyangan erotis dan mengeksploitasi bagian-bagian tubuh wanita seperti dada, paha dan bokong, adegan-adegan seronok atau vulgar, pakaian yang minim dan memperlihatkan bagian-bagian tubuh wanita seperti dada, paha dan bokong, pria berprilaku dan berpakaian kewanitaan, adegan kekerasan dan candaan kasar, mengungkapkan secara terperinci aib/kerahasiaan seseorang.

Konflik secara eksplisit dan provokatif, siaran yang bermuatan mistik, horror dan supranatural yang menimbulkan ketakutan dan kengerian pada khalayak di bawah pukul 22.00 waktu setempat. Walaupun ditayangkan di atas pukul 22.00, LP wajib mematuhi ketentuan pelarangan dan pembatasan program siaran yang bermuatan mistik, horror dan supranatural, adegan yang mengarah kepada hubungan seks atau keintiman pria dan wanita seperti ciuman, serta menyisipkan Iklan Niaga pada saat Adzan.

"Kami meminta LP untuk menghormati bulan suci Ramadhan dengan menayangkan tayangan yang tidak menggangu kekhusyukan umat Muslim dalam menjalankan Ibadah Puasa," harap Retno.


Editor : Joko

 

Tags: