Monday, 20 August, 2018 - 11:35

Libur, Peserta JKN-KIS Tetap Dilayani

BERI SAMBUTAN - Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palu Hartati Rachim SE, saat menyampaikan sambutan terkait pelayanan BJS kepada peserta JKN-KIS selama libur lebaran 2018, Senini, 4 Juni 2018. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tidak perlu khawatir saat libur lebaran tahun 2018, tepatnya di H-8 hingga H+8 atau 7-23 Juni 2018, peserta JKN-KIS tetap berhak atas jaminan pelayanan kesehatan selama hari libur Idul fitri dengan prosedur yang sudah disepakati dengan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Demikian dikatakan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palu Hartati Rachim SE, kepada Metrosulawesi, di Hotel Mercure Palu, Senin, 4 Juni 2018.

“Untuk peserta JKN-KIS yang menjalani mudik, apabila membutuhkan pelayanan kesehatan di luar kota dapat memperoleh pelayanan kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan walaupun peserta tidak terdaftar di FKTP tersebut,” katanya.

Kata dia, prinsip portabilitas pada Program JKN-KIS bisa dirasakan saat-saat mudik lebaran. Sesuai dengan peraturan perundangan dan yang selama ini sudah berjalan, peserta yang berada di luar kota dan tidak menetap dalam jangka waktu lama, dapat mengakses pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), walaupun peserta itu tidak terdaftar di FKTP tersebut.

“Hal tersebut juga sudah menjadi bagian dari perjanjian kerjasama antara BPJS Kesehatan dan faskes, dan faskes tidak diperkenankan menarik biaya tambahan,” katanya.
 
Hartati menjelaskan, kewajiban melayani peserta luar wilayah saat libur lebaran juga berlaku bagi FKTP Non Puskesmas (Klinik Pratama dan Dokter Praktik Perorangan) yang membuka praktik pelayanan kesehatan.

“Apabila tidak terdapat FKTP yang dapat memberikan pelayanan saat libur lebaran di wilayah tersebut, atau peserta membutuhkan pelayanan di luar jam buka layanan FKTP maka peserta dapat dilayani di IGD Rumah Sakit untuk mendapatkan pelayanan medis dasar,” ujarnya.

Hartati mengatakan pada keadaaan gawat darurat seluruh fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun lanjutan wajib memberikan pelayanan penanganan pertama kepada peserta JKN-KIS. Selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta tindakan medis yang diperolehnya berdasarkan indikasi medis yang jelas berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, maka akan dijamin dan dilayani serta fasilitas kesehatan tidak diperkenankan menarik iur biaya dari peserta.

Oleh karenanya, itu Kata Hartati, para peserta JKN-KIS yang sedang mudik diimbau untuk selalu membawa Kartu JKN-KIS.

“Penting diketahui bahwa pelayanan kesehatan tersebut hanya berlaku bagi peserta JKN-KIS dengan status kepesertaan aktif. Karena itu, mohon agar peserta memastikan telah membayar iuran dan disiplin membayar iuran agar status kepesertaannya selalu aktif. Untuk mengecek iuran peserta, dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN. Dalam Mobile JKN peserta juga dapat melihat daftar fasilitas kesehatan terdekat yang bisa dikunjungi saat membutuhkan pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Kata dia, untuk memastikan kelancaran peserta dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan, BPJS Kesehatan juga telah meluncurkan Aplikasi Mudik BPJS Kesehatan yang dapat didownload secara gratis di Google Play Store untuk perangkat Android. Aplikasi tersebut menyediakan telepon penting, alamat kantor BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, tanya jawab BPJS Kesehatan, info BPJS Kesehatan, tips BPJS Kesehatan, lokasi-lokasi penting, serta media sosial BPJS Kesehatan.

Di samping itu, selama libur lebaran 2018, masyarakat juga tetap dapat menghubungi BPJS Kesehatan Care center 1500 400 yang beroperasi 24 jam termasuk hari minggu dan libur, untuk memperoleh informasi, melakukan pengaduan, melakukan konsultasi kesehatan, memperoleh pelayanan administrasi peserta JKN-KIS (mutasi dan aktivasi), pendaftaran peserta JKN-KIS.

“Untuk pendaftaran bayi baru lahir kategori PPU anak pertama sampai dengan anak ketiga dan bayi peserta PBI-APBN serta mengetahui perhitungan denda pelayanan. Kantor Cabang BPJS Kesehatan Palu juga akan tetap beroperasi pada tanggal 11, 12, 13, 14,  18, 19, dan 20 Juni 2018 mulai pukul 08.00 - 12.00 untuk pelayanan terbatas yaitu Pendaftaran bayi baru lahir PPU anak pertama sampai dengan anak ketiga,  Pendaftaran bayi baru lahir PBI-APBN, Pelaporan bayi yang sudah didaftarkan saat masih dalam kandungan,  Pendaftaran Peserta PBI-APBD bagi Pemda UHC langsung aktif,” katanya.

Pendaftaran PBPU dengan rekomendasi Dinas Sosial, Perubahan segmen peserta PPU menjadi PBPU yang tidak terkena ketentuan masa aktivasi 14 hari, Peneribitan kartu peserta karena kartu hilang atau  E-id bagi peserta PBPU yang belum menerima kartu JKN-KIS meskipun iuran pertama sudah dibayar, Permintaan reaktivasi Virtual Account (VA) Peserta PBPU, Aktivasi peserta,  Pelayanan denda dan pada tanggal 9, 10 dan 17 Juni 2018 mulai pukul 08.00 - 12.00 untuk pelayanan sangat terbatas yaitu approve pelayanan denda.   


Editor: Udin Salim