Sunday, 25 June, 2017 - 13:33

Lima Tower SUTT di Sulteng Rawan Bencana

Emir Muhaimin saat melakukan pengecekan kesiapan personilnya menyambut Ramadan 2017. (Foto : M Yusuf BJ/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Manager PLN Area Palu, Emir Muhaimin mengungkapkan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang berada di wilayah Sulawesi Tengah.

Kata dia, dari hasil pemantauan tersebut, terdapat lima  SUTT yang terbilang rawan terkena dampak bencana. “Lima SUTT yang rawan tersebut, ada beberapa yang sudah kami lakukan upaya antisipasi, diantaranya tower SUTT nomor 349 yang terletak di Desa Palolo Kabupaten Sigi, yang juga lokasi SUTT ini berdekatan dengan sungai. Namun sejak tiga hari lalu kami sudah melakukan normalisasi. Kedua, tower SUTT nomor 242 lokasinya di Sausu. SUTT yang di Sausu ini terletak dekat dengan tebing, seperti SUTT yang di kawasan Kebun Kopi,” kata Emir saat konferensi pers di Palu beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, kata Emir, tower nomor 37-39 juga terbilang rawan kena bencana, namun ketiga tower ini juga sementara di normalisasi juga.

“Intinya PLN tahu jika ada tower SUTT yang rawan kena bencana, karena kami memiliki tim yang memantau tower-tower tersebut. Namun yang terjadi pada tower SUTT yang roboh di kawasan Sungai Puna Kabupaten Poso betul-betul merupakan bencana yang tak terduga,” jelasnya.

Emir mengungkapkan, sebulan sekali tim tersebut melakukan pengecekan tower SUTT di wilayah Sulawesi Tengah.

Sementara itu, Emir juga mengungkapkan pada Mei ini, kenaikan ketiga atau terakhir bagi pelanggan listrik 900 PA.

“Dari 111.000 pelanggan listrik di Kota Palu, sekitar 100.000 pelanggan 900 PA yang akan mengalami kenaikan tarif listrik atau penyesuain. Bagi rumah tangga mampu, kenaikannya hampir sama  dengan daya 1300 hingga 2300 keatas,” ungkapnya dalam konferensi pers di salah satu cafe di Kota Palu, 1 Mei 2017.

Kata dia, yang sisanya 11.000 pelanggan tetap dianggap sebagai keluarga yang tidak mampu dan berhak di subsidi.

“Kenaikan ini sudah tiga kali, Januari naik, Maret naik, Mei naik. Ini tahap terakhir. Januari naik Rp500 jadi Rp700, Maret naik dari Rp700 menjadi Rp1.000, dan yang terakhir ini naik dari Rp1.000 menjadi Rp1.400,” ungkapnya.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.