Friday, 17 August, 2018 - 15:39

Lima WNI ISIS Terkatung-katung di Suriah

WNI di Kamp Ain Issa yang ditemukan oleh petugas kamp pada Juli lalu. (Foto: BBC)

Jakarta, Metrosulawesi.com - Setidaknya lima keluarga warga Indonesia saat ini berada di Suriah yang bergabung dengan ISIS. Kini kondisi mereka terkatung-katung pasca hancurnya basis utama ISIS di Raqqa. Mereka kerap memfasilitasi orang Indonesia untuk bergabung.

Menurut mantan terpidana kasus terorisme M. Jibril Abdurrahman, seperti dikutip dari Jawa Pos menyebut salah satu keluarga tersebut berinisial A dari Pamulang, Banten. A bersama keluarga dan teman-temannya dalam kondisi kritis bahkan disebut-sebut makan rumput karena kelaparan. Tidak ada lagi orang ISIS yang mau membantu mereka.

"Semua sudah kabur sendiri-sendiri," jelasnya.

Keluarga tersebut hendak kembali ke Indonesia namun tidak memilki paspor karena dibakar.

"Akhirnya mereka menyerah ke pasukan Kurdi," ujar Jibril.

Menurutnya, pemerintah diharapkan mampu menyikapi persoalan warganya dengan memberikan solusi. "Mereka tetap warga Indonesia, tapi tentunya perlu untuk melakukan skrining keamanan ke mereka," ujarnya.

Jibril yakin mereka tidak lagi bersimpati dengan ISIS dan berniat melakukan aksi teror. Kini yang mereka pikirkan hanyalah keselamatan keluarga dan pulang ke Indonesia dengan selamat.

Tags: