Monday, 22 January, 2018 - 10:24

LIPI Usul Sulteng Bangun Kebun Raya

TANAM POHON - Anggota Komisi VII, DPR-RI dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad M Ali menanam pohon usai membuka kegiatan Desiminasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Dolo Kabupaten Sigi, Selasa, 5 Desember 2017. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

Sigi, Metrosulawesi.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, agar membangun kebun raya di daerah Sulteng. Menurut LIPI, Sulteng adalah satu satunya daerah di Indonesia yang belum  sama sekali memiliki kebun raya.

“Sulawesi Tengah tenyata menjadi satu-satunya daerah yang tidak memiliki kebun raya sendiri, padahal Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada saat pelaksanaan Hari Lingkungan Hidup meminta seluruh kabupaten kota di Indonesia harus mempunyai kebun raya,” ungkap Kasubdit Pusat Konservasi Tanaman LIPI, Danang Wahyu Purnomo, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Desiminasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, tentang Pengenalan Konservasi dan Pengembangan Potensi Daerah, di Dolo Kabupaten Sigi, Selasa, 5 Desember 2017.

Danang mengatakan, LIPI mengharapkan adanya pembangunan kebun raya di wilayah Sulteng, yang bertujuan selain sebagai tempat wisata, kebun raya juga dapat mensinergikan antara konservasi dan pembangunan ekonomi daerah.

“Kebun raya juga dapat sebagai pendidikan lingkungan bagi para generasi muda,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VII, DPR-RI dari Fraksi Partai NasDem Ahmad M Ali mengatakan, jika LIPI bersedia untuk bekerjasama dan membangun kebun raya, dirinya siap mewakafkan tanahnya yang berada di wilayah Kabupaten Donggala yang luasnya 25 ha, untuk dijadikan kebun raya sebagai tempat ilmu pengetahuan.

“Saya berharap bahwa pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga mempunyai kepedulian terhadap pembangunan kebun raya di wilayah Sulawesi Tengah karena Sulteng sendiri saat ini terbilang mempunyai beragam jenis tumbuh-tumbuhan,” harapnya.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.