Tuesday, 19 June, 2018 - 06:45

Lomba BTQ Diharapkan Ciptakan Qori/ Qoriah Handal

LOMBA BTQ - Salah satu siswa kelas V SD saat mengikuti lomba BTQ tingkat Kota Palu di Masjid Darunnaim Palu, Senin, 4 Juni 2018. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, menggelar lomba baca tulis Al-Qur’an (BTQ) selama tiga hari, Senin-Rabu, 4-6 Juni 2018. Kegiatan yang mengusung tema “Kita Wujudkan Generasi Qur’ani, Berkualitas dan Berkarakter Menuju Palu kota Destinasi” ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Palu, Asri SH, didampingi Kepala Disdikbud Kota Palu, Ansyar Sutiadi dan Kepala UPTD Palu Selatan, Ambotuwo di Masjid Darunnaim, Palu.

Asri mengatakan lomba tersebut sangat penting dilaksanakan, karena untuk mengevaluasi program tambahan jam pelajaran agama (Palu Kana Mapande) yang telah dicanangkan sejak 2017.

“Dengan adanya lomba ini, juga bisa menciptakan kader-kader yang handal dalam mewakili Kota Palu untuk mengikuti MTQ di tingkat Provinsi Sulteng,” katanya.

“Karena di MTQ tingkat Provinsi Sulteng yang digelar di Kabupaten Morowali kemarin, dari 12 Kabupaten dan satu kota, kita (Kota Palu) masuk di urutan keempat, sementara yang merebut urutan pertama adalah Parigi Moutong, kedua Morowali, dan ketiga adalah Donggala,” ujarnya.

Asri mengungkapkan Walikota Palu Drs. Hidayat sangat kecewa sekali akan hasil tersebut, karena sebagai Ibu Kota Provinsi Sulteng hanya meraih urutan keempat, seharusnya kumpulan dari pada Qori dan Qoriah ini ada di Kota Palu.

“Saya juga sangat resah, ternyata di MTQ ini sudah ada juga pemain-pemain bayaran, yang saya tahu itu hanya di Pekan Olahraga Daerah (Porda) ada pemain bayaran, seperti atlet Kota Palu di bayar oleh kabupaten lainnya, agar mereka mendapatkan emas, ternyata di MTQ ini sudah begitu juga caranya,” keluh Asri.

Menurut Asri, banyak anak-anak di Kota Palu ternyata dibayar oleh kabupaten lain, sehingga patut dipertanyakan kecintaannya kepada Kota Palu ini.

“Maka jika saya jadi Walikota, saya suruh pindah dari Kota Palu, karena kita harus cinta Kota Palu, jangan hanya melihat dari bayarannya, apalagi ini berkaitan dengan masalah agama, ini sudah mulai ke bisnis, semuanya uang. Siapa uangnya banyak, pasti dia yang juara, yang begini menjadi susah nantinya,” tegasnya.

Karena itu, Asri berharap Kadisdikbud Kota Palu agar betul-betul mengawal program Palu Kana Mapande.

“Sehingga bagi siswa yang sudah sangat baik di tingkat SD, agar dibina selanjutnya di tingkat SMP,” jelasnya.
 
“Bahkan dibina hingga di Lembaga Pembinaan Tilawatil Qur’an (LPTQ) tingkat Kecamatan, agar nantinya hal ini menjadi tantangan bagi Disdikbud Kota Palu untuk meningkatkan pembinaannya kepada anak-anak tersebut, setelah tamat SD dan SMP,” jelasnya.

Sementara itu, Kadisdikbud Kota Palu, Ansyar Sutiadi mengatakan lomba BTQ sebagai sarana pemetaan dari tambahan jam pelajaran agama ini digelar per tingkat kecamatan atau per wilayah UPT, sehingga dapat mengefisienkan waktu, yakni di Palu Utara Tawaeli, Palu Selatan Tatangga, Palu Barat Ulujadi, dan Palu Timur Mantikulore.

“Yang mengikuti kegiatan ini adalah perwakilan dari masing-masing sekolah, di wilayah Palu Selatan ada 31 sekolah yang mengikutkan siswanya, dengan rincian 31 orang laki-laki dan perempuan 30 orang, sehingga total keseluruhan 61 peserta didik kelas V SD,” katanya.

Selain itu, kata Ansyar, peserta terbaik akan mendapatkan fasilitas.

“Karena siswanya terbatas, hanya satu kelas per SMP, hanya ada 128 peserta didik dibagi ke masing-masing 32 per SMP yang ditunjuk nantinya,” jelasnya.


Editor: M Yusuf Bj