Wednesday, 26 July, 2017 - 22:44

Longki Ingatkan TKI Sulteng Bekerja Profesional dan Menjaga Nama Baik

Gubernur melakukan konfrensi vidio kepada TKI Singapura. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola melakukan video conference bersama Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sulawesi Tengah di Singapura pada saat pembukaan Sulteng Expo 2017 beberapa waktu lalu.  Video conference terlaksana bekat kerjasama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulteng, Akademi Keperawatan Bala Keselamatan (Akper BK) Palu dan Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) Palu.

Gubernur Sulteng tampak antusias terlibat dalam kegiatan yang baru kali pertama dilakukannya ini. Para TKI pun tampak riang bisa berkomunikasi langsung dengan Gubernur Sulteng. Para TKI sebanyak 14 orang tersebut berasal Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Mautong, Kabupaten Morowali Utara dan Kabupaten Tolitoli.

TKI tersebut bekerja sebagai perawat di Peace Heaven Nursing Home Hospital dan Orange Valley Hospital Singapura.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Perluasan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (UPT.P2TKI) Firdaus Karim mengungkapkan kegiatan tersebut adalah kali pertama dilaksanakan pihaknya.

“Ini adalah salah satu kegiatan yang patut untuk kita dukung dan apresiasi. Karena gubernur benar-benar memperhatikan warganya yang bekerja di luar negeri. Sangat jarang ada seorang kepala daerah yang mampu melakukan hal tersebut,” katanya.

“Saat konferensi video berlangsung, Gubernur Sulteng mengingakan kepada para TKI untuk bekerja sacara profesional dan menjaga nama baik mereka. Karena para TKI tidak hanya membawa pribadi, tetapi pada diri mereka melekat simbol warga negara Indonesia khususnya warga Sulawesi Tengah,” sambungnya.
 
Selain Gubernur Sulteng, konferensi video juga dihadiri oleh beberapa pejabat Sulteng diantaranya Sekretaris Daerah Sulteng Derry B. Djanggola, dan Kepala Kepolisian Daerah Sulteng Brigjen. Pol. Drs. Rudy Sufahriadi.
 
Kegiatan ini dirangkaikan dengan penandatanganan MoU antara Pemerintah Provinsi dengan PT. Samdev Indonesia. Investor asal India ini rencananya membutuhkan 20.000 tenaga kerja lokal untuk ditempatkan pada pabrik gula di Kabupaten Parigi Mautong.

Firdaus menambahkan konferensi video yang dilaksanakan pihaknya sebagai upaya menunjukan kepada masyarakat agar tidak perlu takut bekerja di luar negeri.

“Dari sini sebenarnya kita bisa melihat bahwa ada perhatian yang ditunjukan pemerintah daerah. Perlindungan kepada TKI yang bekerja di luar negeri sangat terjamin. Kami berharap kepada masyarakat Sulteng untuk tidak ragu jika ingin bekerja di luar negeri,” sambungnya.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.