Sunday, 23 September, 2018 - 13:14

Longki Sinyalir Bantuan Pertanian Disalahgunakan

Longki Djanggola. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Gubernur Sulteng H Longki Djanggola mensinyalir ada petani yang meyalahgunakan bantuan pertanian. Hal ini diungkapkannya saat melakukan panen perdana jagung hibrida rangkaian HUT ke 45 Himpunan Kerukunan Tani (HKTI) Tingkat Sulteng di Desa Pesaku, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Selasa, 15 Mei 2018.

“Saat ini saya telah mensinyalir bahwa ada bantuan yang dipindah tangankan, artinya setelah petani mendapat bantuan misalnya jagung, kedelai, bawang dan sarana produksi lainnya berupa pupuk, pestisida dan lain-lain, petani tersebut tidak menanam dan tidak memanfaatkan untuk produksi, akan tetapi dijual kepada pihak lain,” ungkap Longki.

Namun demikian, gubernur mengharapkan hal tersebut jangan sampai terjadi, sebab tindakan itu dapat dilaporkan kepada aparat yang berwenang. Longki berpesan jika mendapat bantuan seperti ternak, hendaknya dipelihara dan dikembangbiakkan, sehingga mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Harapan serupa juga untuk bantuan alat dan mesin pertanian atau alsintan agar dipergunakan secara baik oleh para kelompok tani dan dapat berkoordinasi dengan penyuluh dilapangan. Apabila ada kelompok tani yang tidak dapat menggunakan agar dipindahtangankan kepada kelompok lain yang membutuhkan.

Longki yang juga merupakan Ketua HKTI Sulteng menuturkan daerah yang dipimpinnya merupakan sentra potensial tanaman jagung, kedelai dan cabe. Untuk produksinya bisa memanfaatkan lahan kosong/tidur dan pekarangan rumah. Olehnya melalui kesempatan ini gubernur menekankan khusus komoditi jagung agar diprioritaskan untuk memaksimalkan penanaman dan produksi melalui kegiatan bantuan dari Kementerian Pertanian RI.

Terkait keberadaan HKTI di Sulteng, gubernur menjelaskan bertujuan meningkatkan  pendapatan, kesejahteraan, harkat dan martabat insani penduduk pedesaan serta pelaku bisnis dan menjadikan sektor pertanian sebagai basis pembangunan nasional.

Selain itu dikatakannya bahwa HKTI memiliki fungsi sebagai penghimpun segenap potensi rukun tani, alat penggerak perjuangan, sarana penampung dan penyalur aspirasi serta pemberdayaan. Lebih lanjut gubernur mengatakan, HKTI saat ini telah memiliki organisasi sayap, yakni Wanita Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (Wanita HKTI).

“Organisasi ini untuk memperjuangkan dan menyalurkan aspirasi wanita dalam peran serta tanggungjawab dalam kesejahteraan masyarakat demi terciptanya pertanian yang tangguh,” tandas Longki.   


Editor: M Yusuf Bj