Friday, 15 December, 2017 - 22:03

Lulusan Prajab Diharap Jadi ASN Ideal

Plt Sekdaprov Sulteng Hj Derry B Djanggola didampingi sejumlah Kepala OPD foto bersama peserta prajabatan saat penutupan di Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin, 8 Mei 2017. (Foto : Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.com - Diklat prajabatan CPNS golongan I, II dan III formasi tenaga honorer K1 dan K2 Pemprov Suteng resmi ditutup Plt Sekda Derry B Djanggola di Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin, 8 Mei 2017.

Berdasarkan laporan Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi, Manajerial dan Fungsional Aswin Saudo, prajabatan diikuti 361 CPNS yang pelaksanaannya dibagi dalam empat gelombang dan 10 angkatan selama 28 hari mulai 28 Maret-3 Mei 2017 di dua lokasi berbeda yaitu Asrama MAN 2 Model Palu dan UPT Nakertrans Sulteng.

“Semua peserta dinyatakan lulus evaluasi dan berhak membawa pulang sertifikat kelulusan sebagai syarat administrasi pengurusan SK 100,” lapornya.

Gubernur Longki melalui Plt Sekda Derry Djanggola mengatakan keikutsertaan CPNS K1 dan K2 dalam diklat prajabatan merupakan syarat administrasi menjadi PNS penuh, sekaligus kebutuhan untuk membentuk aparatur yang profesional dalam melaksanakan pembangunan dan pengayoman ke masyarakat.

"Selaku ASN, saudara dituntut bekerja kreatif, akuntabel, beretos kerja tinggi dan beriman taqwa kepada Tuhan," tegasnya tentang harapan publik akan sosok ASN ideal.

"Prajabatan bukan sekadar persyaratan administrasi untuk mendapat surat sertifikat lulus tapi saudara mesti membuat dampak nyata dengan perubahan perilaku, pola pikir dan kinerja yang meningkat," ujar dia menambahkan.

Gubernur lewat Derry berpesan tiga hal yakni, pertama agar peserta menunjukkan sikap dan semangat pelayanan yang berorientasi masyarakat. Dua, meningkatkan kompetensi dan keterampilan manajerial dan tiga, menciptakan efektifitas dan efisiensi atas pelaksanaan tugas-tugas di unit kerja masing-masing.

"Peningkatan kompetensi diri sejalan Undang-Undang Nomor 5 tentang ASN dengan merit sistem, sehingga aparatur yang menduduki jabatan akan terpilih berdasarkan kualifikasi dan kompetensi saudara. Apabila tidak mau belajar maka saudara tidak akan bisa bersaing ke depan," pungkasnya.

Pada punutupan itu, panitia mengumumkan 10 peserta terbaik dari tiap angkatan dan tiga besar keseluruhan yang diraih oleh Devi Indayani, Roslulu dan Yani Hase. Sejumlah pejabat yang hadir dalam penutupan diantaranya Kepala Badan Pengembangan SDM Rifailof, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Dan SDA Yanmart Nainggolan, dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah diwakili Purwoko serta para pejabat administrator dan widyaswara BPSDM Sulteng.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.