Friday, 17 August, 2018 - 17:11

Lulusan SMK Keperawatan Banyak Menganggur

Irwan Lahace. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Irwan Lahace, mengimbau kepada seluruh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar tidak membuka jurusan yang membuat lulusannya menganggur.

“Maka pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), bagi SMK yang telah memiliki jurusan keperawatan untuk membatasi menerima peserta didik baru. Kebijakan itu menyusul begitu banyaknya lulusan keperawatan di Sulteng yang masih menganggur,” kata Irwan, Kamis, 31 Mei 2018.

Padahal, kata dia, SMK didesain untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang siap bekerja setelah kelulusan.
 
“Kenyataannya, khusus jurusan keperawatan masih memerlukan standar kompetensi tinggi yang harus ditopang dengan melanjutkan pendidikan agar bisa bekerja pada bidang keahliannya itu. Bahkan, lulusan Diploma Tiga (D3) dan Strata Satu (S1) masih banyak menganggur,” ujarnya.

Olehnya, Irwan menganggap, lulusan SMK keperawatan dianggap belum layak bekerja di bidang kesehatan.
Bahkan, Irwan menilai, lulusan SMK jurusan keperawatan di Sulteng tidak maksimal menciptakan lulusan siap bekerja.

“Saya sudah mengarahkan, untuk jurusan keperawatan itu di batasi dulu. Sebab, lulusan keperawatan D3 dan S1 saja sangat banyak yang menganggur. Apalagi, lulusan keperawatan SMK tentunya bisa dipastikan tidak akan terserap pada dunia kerja,” katanya.

Untuk itu, kata dia, ke depan pihaknya memprogramkan seluruh SMK mengembangkan jurusan yang siap langsung bekerja saat lulus. Sehingga, tidak perlu lagi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dengan begitu, cita-cita SMK itu bisa terwujud.

“Jika jurusan-jurusan seperti keperawatan ini terus dibiarkan, tentunya akan merugikan masyarakat. Padahal, mereka sudah mengeluarkan biaya yang besar untuk menyekolahkan anaknya di jurusan tersebut, dengan harapan begitu lulus bisa langsung bekerja, namun kenyataannya hal itu tidak terjadi,” katanya. 


Editor: M Yusuf Bj