Saturday, 21 April, 2018 - 06:12

MA Tolak Kasasi Mantan Kadis Perkebunan Tolitoli

PEMERIKSAAN SAKSI - Suasana sidang kasus dugaan korupsi proyek Gernas Kakao Tolitoli di Pengadilan Tipikor beberapa waktu lalu. Kasus ini menghadirkan empat terdakwa, di antaranya Mansur Lanta, mantan Kadis Perkebunan Tolitoli. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kasasi yang diajukan oleh terdakwa Mansyur Lanta ditolak oleh Mahkamah Agung (MA) RI) dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim Agung, Senin, 19 Februari 2018.

Majelis Hakim Agung Krisna Harahap bersama Artidjo Alkostar dan Syamsul Rakan Chaniago sebagaimana dikutip di website kepaniteraan MA putusannya menolak permohonan kasasi terdakwa Mansyur Lanta.

Permohonan kasasi yang diajukan oleh Mantan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Tolitoli terkait putusan Pengadilan Tinggi (PT) Sulteng yang menguatkan putusan Pengadilan sebelumnya, yakni menghukum terdakwa Mansyur Lanta dengan pidana penjara 9 tahun, dan denda senilai Rp200 juta subsidair 2 bulan kurungan serta dihukum dengan membayar uang pengganti Rp530 juta subsidair 8 bulan penjara.

Terdakwa Mansyur Lanta terbukti secara sah dan meyakinkan melalukan korupsi dana program gerakan nasional peningkatan produksi dan mutu kakao (Gernas Kakao) di Dinas Perkebunan Kabupaten Tolitoli bersama tiga terdakwa lainnya, pejabat penandatangan surat perintah membayar, Connie J Katiandagho, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Eko Juliantoro dan Direktur PT Karya Lestari Raya Syamsul Alam juga dinyatakan bersalah oleh majelis hakim.

Dalam amar putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Palu, mengatakan, terdakwa Mansyur Lanta terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 Jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP sebagaimana dalam dakwaan primair.

Diketahui, bahwa terdakwa Mansyur Lanta bersama ketiga terdakwa lainnya dalam perkara tersebut didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi dana proyek program Gernas Kakao pada Dinas Perkebunan Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2013.

Selain itu, kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara senilai Rp 6,6 miliar itu juga sempat menyeret dua orang lainnya yakni Direktur PT Supin Raya, Donatus dan Nawir. Namun hingga kini, proses hukumnya masih di tingkat penyidik Polres Tolitoli.

"Donatus dan Nawir itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) sudah kami kembalikan ke Polres Tolitoli karena tidak ada perkembangan penyidikan hingga saat ini," kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tolitoli, Ridwan Marban saat ketemu di Pengadilan Negeri Palu pekan kemarin.           


Editor: Syamsu Rizal