Tuesday, 26 September, 2017 - 18:52

Maba Untad Wajib Tes Kesehatan

Maba Untad Palu menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Untad sebelum mereka mengikuti Ormik, beberapa waktun lalu. (Foto : Dok Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.com - Rektor Universitas Tadulako (Untad) Prof Dr Ir H Muhammad Basir SE MS menegaskan Mahasiswa baru (Maba) yang telah dinyatakan lulus SNMPTN dan SBMPTN 2017 wajib mengikuti tes pemeriksaan kesehatan.

“Bagi calon mahasiswa yang tidak mengindahkan pemeriksaan kesehatan atau surat keterangan sehat, maka dokumen yang diserahkan akan ditolak oleh panitia, dan yang bersangkutan tidak akan mendapatkan nomor stambuk. Mereka yang belum memiliki nomor stambuk belum sah sebagai mahasiswa Universitas Tadulako,” tegas Prof Basir, Jumat, 16 Juni 2017.

Penegasan ini disampikan Rektor menyikapi aturan tidak resmi yang dikeluarkan oleh oknum Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas yang menyatakan calon Maba Tahun Ajaran 2017/2018 tidak wajib memeriksakan kesehatannya.

Padahal, kata Rektor, surat keterangan sehat merupakan satu kesatuan dokumen yang diperlukan sebelum mahasiswa mendaftar ulang, termasuk keterangan tidak buta warna bagi bidang Saintek sebelum mendapatkan nomor stambuk.

Orang tua dan Maba resah karena pengumuman tidak resmi yang dikeluarkan oknum Ketua BEM fakultas telah menjadi viral disosial media. Bahkan lebih luas jangkauan informasi tidak resmi itu dibandingkan dengan pengumuman resmi panitia SNMPTN-SBMPTN Lokal 83 Palu yang tercantum di Laman Humas Universitas Tadulako.

Kondisi ini, lanjut Prof Basir, sangat mengganggu jalannya proses dan tahapan registrasi mahasiswa yang ditandai dengan adanya calon mahasiswa yang menyatakan pihaknya tidak memeriksakan kesehatan karena membaca pengumuman yang dikeluarkan oleh pihak Untad.

Alasan mereka, sambung Rektor, sangat rasional mengingat masih lemahnya pemahaman Maba perihal siapa yang berhak mengeluarkan aturan dan siapa yang tidak berhak karena tidak ada sangkut pautnya dengan kepanitiaan. Prof Basir menguraikan, sebenarnya mereka telah banyak bercerita dari hati ke hati dengan ketua BEM fakultas.

“Saya bilang, nanda, jangan kasihan kasih bingung adik-adikmu, tapi berilah informasi yang tepat”, tutur Rektor mengulangi permintaannya kepada oknum Ketua BEM fakultas yang mengeluarkan informasi keliru itu.

Untuk menghindari kondisi semakin buruk dan demi mengurangi kebingungan orang tua dan Maba. Pihak Untad melalui Kepala BAKP, Rudy Gosal SE M.Si yang juga selaku Sekretaris Panlok 83 telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 3130/UN28/KM/2017 yang poin-nya menegaskan surat keterangan sehat wajib sebagai syarat kelengkapan pendaftaran ulang.

“Calon mahasiswa baru yang tidak memiliki surat keterangan sehat (buta warna) kelulusannya dibatalkan,” demikian bunyi salah poin dalam surat edaran tersebut.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.