Sunday, 17 December, 2017 - 16:22

Mahasiswa Minta Ketua Stisipol Palu Dicopot

PROTES PENGELOLA - Puluhan mahasiswa melakukan unjuk rasa di depan kampus Stisipol, Kamis, 16 November 2017. (Foto : Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Sedikitnya puluhan mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Panca Bhakti Palu melakukan aksi unjuk rasa, di halaman kampus, Rabu, 16 November 2017.

Para mahasiswa menuntut Ketua Stisipol Dr Adijoyo Dauda, M.Si dan semua ASN dalam struktural kampus segera dicopot, kemudian mereka meminta dosen yang tidak memiliki NIDN dipecat, kerena menurut mereka itu melanggar aturan yang berlaku. Selain itu mahasiswa menilai dosen yang menguji mereka tidak memiliki pangkat akademik.

"Kami meminta semua aturan dikti dan kopertis dipatuhi, dan segera perbaiki sistem kelola kampus," ujar massa aksi.

Mahasiswa mengancam akan menyegel kampus, jika permintaan mereka tidak dipenuhi. Dalam aksi ini para mahasiswa juga membakar satu ban mobil di halaman kampus, tempat unjuk rasa.

“Kami merasa ditipu, dengan pengelolaan kampus, sudah bertahun-tahun kami kuliah tapi hasilnya tidak ada. Dan kami tidak pernah melihat ketua Stisipol Palu,” imbuh mahasiswa.

Salah satu pengelola Stisipol Palu dan selaku ketua Jurusan Administrasi, Muzakir Tawir menganggap aksi yang dilakukan oleh mahasiswa sangat wajar.

“Saya atas nama pimpinan menghargai apa yang dilakukan mahasiswa. Namun tuntutan mahasiswa ini harus dialogkan di ruangan dengan tenang, institusi pendidikan itu mempunyai nilai-nilai dan norma dalam bermasyarakat. Untuk itu perlu ada pertemuan dialog antara mahasiswa dan seluruh jajaran Stisipol,” katanya.

Muzakir, mengatakan Stisipol terakreditas B, dengan terjadinya demo ini maka Kemenristek Dikti menilai bisa-bisa kampus ini menjadi akreditasi C. 

“Siapa yang mau kampusnya terakreditasi C dan ini akan merugikan mahasiswa sendiri," ujarnya.

Ketua Bem Stisipol Palu Panca Bhakti Palu Ariandy Amu mengungkapkan, Ketua Stisipol, Adijoyo melanggar perjanjian di atas materai tentang kerja tepat waktu di dalam kampus. Perjanjian itu harus 40 jam dalam semingu, tetapi itu tidak ditepati.

“Selain itu pembantu ketua I, Aziah Abdul Rauf, persyaratan umum sudah tidak memadai, karena usia menjabat sebagai dosen sudah tidak sesuai dengan aturan dari Kemenristek Dikti. Kemudian pembantu ketua II, Siti Ulfah, adalah orang birokrasi yang menjabat di salah satu instansi pemerintah daerah. Dalam aturan itu sebenarnya tidak boleh,” katanya.

Kemudian kata Ariandy, pembantu ketua III, Hari Singgih orang birokrasi yang juga sekarang mantan ketua BKD, dan Zubair Hasim di Stisipol kepala pengabdian masyarakat, namun juga orang birokasi dan ketua Jurusan Komunikasi Ruslan, ini juga perlu dikaji karena tidak pernah mengenyam pendidikan komunikasi, tetapi tatapi sebagai ketua jurusan komunikasi.

“Uang KKN kami sebanyak Rp5 juta di tahun 2016 sudah dibayar, namun kami menelusuri ada yang tidak beres atau terjadinya pungli sebesar Rp600 ribu. Selain itu atribut KKN dalam pengadaan 2017 itu tidak ada dibagikan ke mahasiswa,” katanya.

“Inilah tuntutan kami yang harus diperjelas, dan perlu ditindaklanjuti oleh yayasan, serta harus diketahui oleh masyarakat, bahwa pengelolaan kampus ini sudah banyak yang tidak beres,” ungkapnya.

Pantauan Metrosulawesi, karena tidak adanya keputusan dari pihak kampus, mahasiswa Stisipol melakukan penyegelan dengan menghentikan aktivitas perkuliahan. Mahasiswa menutup sejumlah ruangan perkuliahan.

“Kami menunggu keputusan kampus sampai Sabtu pagi, sesuai janji ketua Stisipol yang dihubunggi oleh pihak kampus melalui ponsel, untuk melakukan pertemuan kembali dengan para mahasiswa,” kata Ariandy.

Sekretaris Yayasan Panca Bhakti Palu Askar Yotomaruangi yang didampingi Ketua PBH Rusman Lamakasusa mengaku akan mengadakan rapat bersama secara interen bersama seluruh pengelola kampus.

"Kami secepat mungkin akan menindaklanjuti, aspirasi mahasiswa dan kami akan bahas secepat mungkin," ungkapnya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.