Sunday, 22 October, 2017 - 18:07

Mahasiswa Minta SK Presma dan Wapresma Untad Dicabut

Mahasiswa Untad Palu saat melakukan aksi unjuk rasa didepan Rektorat Palu, Senin, 8 Mei 2017. (Foto : Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Mahasiswa Peduli Universitas Tadulako Palu menggelar aksi di depan kantor Rektorat Untad Palu, Senin, 8 Mei 2017. Massa aksi mendesak Rektor Untad Palu mencabut Surat Keputusan (SK) Presiden Mahasiswa (Presma), Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma), serta Ketua Majelis Mahasiswa Untad.

Para mahasiswa ini menilai kelembagaan universitas dicederai oleh kehadiran lembaga eksternal pada saat momentum Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2 Mei 2017. Realitas di lapangan membuktikan ada beberapa lembaga eksternal yang berani mengibarkan benderanya di dalam lingkungan Untad Palu.

Hal ini diungkapkan Kordinator Lapangan, Yudi Prasetyo saat berorasi di hadapan massa aksi.

“Kita ketahui bersama ada sekitar belasan lembaga yang terdapat di Untad Palu, mengapa harus ada lembaga ekternal yang digunakan? Ini kekecewaan kami terhadap Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Mahasiswa Untad,” katanya.

Yudi menyayangkan BEM dan Mejelis Mahasiswa Untad hanya membiarkan lembaga eksternal lain masuk ke wilayah Untad.

“Ini menjadi pertanyaan besar dari mahasiswa Untad Palu, hari ini almamater biru Untad seperti kain tua tak bertuah. Maka dari itu kami dari Aliansi Mahasiswa Peduli Untad Tolak Intervensi (AMPUTASI) meminta Rektor Untad untuk mencabut SK Presma dan Wapresma, serta Ketua Majelis Mahasiswa,” ungkapnya. 

Yudi mengatakan Presma dan Wapresma, serta Ketua Majelis Mahasiswa adalah dalang dari aksi yang mencoreng almamater biru Tadulako. Sebagai pemilik almamater biro tadulako, pihaknya tidak akan diam, melihat kondisi kelembagaan Untad Palu.

“Jangan jadikan lembaga tertinggi Untad sebagai kendaraan untuk merebut kepentingan lembaga eksternal. Sebab lembaga internal bersifat independent, tanpa intervensi dari lembaga eksternal. Kami mengajak kepada seluruh mahasiswa Untad untuk menyuarakan tuntutan kepada oknum yang merusak citra kelembagaan Untad,” ujarnya.

“Almamater kita telah diinjak-injak oleh oknum yang tidak bertangung jawab. Mari bersama-sama rapatkan barisan untuk menyelamatkan lembaga kita bersama, hidup mahasiswa,” teriak Yudi dalam orasinya.

Di Rektorat, Mahasiswa ini diterima oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Andi Lagoligo Amar.
Andi mengatakan pihaknya akan menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada Rektor Untad Palu dalam waktu dekat ini.
 

Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.