Sunday, 25 June, 2017 - 03:00

Mahasiswa Unisa Minta Polda Usut Dugaan Penipuan

Puluhan Mahasiswa Unisa mendatangi Mapolda Sulteng, dan minta agar mengusut tuntas dugaan penipuan yang dilakukan pihak kampus, Rabu (26/8/2015). (Foto : Metrosulawesi/Eddy)

Buntut Pembekuan Unisa Oleh Ditjen Dikti

Palu, Metrosulawesi.com – Puluhan mahasiswa Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu kembali menggelar aksi unjuk rasa, kali ini aksi dilaksanakan di depan Mapolda Sulteng sebagai bentuk protes akan status non aktif perguruan tinggi ini oleh Ditjen Dikti, Rabu (26/8/2015).

Dalam aksinya, mahasiswa mendesak kepolisian agar mengusut tuntas dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan pihak universitas dengan membuka Program Studi Teknik Pertambangan tanpa izin dari DIKTI. Sehingga kampus tersebut mendapat sanksi  dinonaktifkan dalam waktu yang tidak ditentukan.

“Kami minta agar pihak kepolisian bisa secepatnya mengusut kasus ini. Sebab kalau tidak segera diusut, nasib mahasiswa jurusan Teknik Pertambangan Unisa semakin tidak jelas,” seru koordinator aksi, Evan dalam orasinya.

Evan membeberkan, tahun 2012 silam Unisa membuka fakultas teknik dengan dua jurusan, yakni jurusan pertambangan dan jurusan planologi. Setelah berjalan sekian lama, baru diketahui kedua jurusan tersebut belum memiliki izin prodi dari Ditjen DIKTI. Tahun 2014, tutur Evan, jurusan planologi ditutup tanpa alasan yang jelas. Kemudian mahasiswanya dilebur  ke jurusan teknik pertambangan.

“Dalam proses belajar mahasiswa teknik pertambangan dan planologi, tiap harinya menumpang ruang fakultas lain yang kosong untuk belajar. Secara prosedural, hal ini melanggar aturan Ditjen DIKTI dan UU perguruan tinggi,” ungkapnya.

Evan berpendapat bahwa pihak Unisa sudah melakukan penipuan dan pembohongan publik. Selain melaporkan hal tersebut ke Ditjen DIKTI di Jakarta, mahasiswa jurusan Teknik Pertambangan sudah melaporkan masalah itu ke Polda Sulteng tanggal 27 Mei 2015 dengan nomor laporan LP/313/V/2015/SKPT dengan dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan pihak Unisa.

“Kami sudah melaporkan hal ini ke Polda Sulteng, namun belum ada upaya yang dilakukan kepolisian. Hari ini kami kembali mendatangi Polda Sulteng dengan berberapa tuntutan. Pertama, kami minta Polda Sulteng secepatnya menindaklanjuti kasus ini. Kami juga mendesak komisi IV untuk memediasi dengan pihak kampus Unisa. Ketiga, kami minta rektor Unisa harus bertanggungjawab atas nasib mahasiswa teknik Pertambangan Unisa,” tegasnya.

Usai menggelar aksi di depan Mapolda, kemudian mahasiswa bergerak ke gedung DPRD Sulteng untuk melanjutkan orasinya. Pantauan media ini, unjuk rasa mahasiswa berlangsung damai. Tidak ada pengawalan dari pihak kepolisian hingga mahasiswa membubarkan diri dengan tertib.  

 

Editor : Joko Santoso

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.