Wednesday, 29 March, 2017 - 05:58

Mangrove Tanjung Bakau Mati, Diduga Tercemar Limbah Pabrik

MENJADI KERING - Pohon mangrove di Tanjung Bakau Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, Mamuju Utara yang mati. Diduga karena tercemar limbah pabrik. (Foto : Jhoni/ Metrosulawesi)

Matra, Metrosulawesi.com - Sekira kurang lebih satu hektar hutan mangrove di Tanjung Bakau, Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar)  mati dan kering diduga karena tercemar limbah pabrik PT. Tanjung Sarana Lestarai (Astra Group).

Terlihat ratusan pohon mangrove yang sebelumnya tumbuh lebat didekat pabrik pengolahan minyak sawit milik Pt. Tanjung Sarana Lestari kini berubah menjadi kering dan mati diduga karena tercemar limbah pabrik.

Selain mangrove yang mati, nelayan yang biasanya menjala ikan disekitar tanjung bakau juga mengeluh.  penyebabnya karena daya tangkap nelayan yang biasanya mencari ikan disekitar mangrove kini mulai kesulitan mendapatkan ikan.

Sementara pembuangan air laut hasil olahan Pt. tanjung sarana lestari yang seharusnya dibuang jauh dari lokasi hutan mangrove sesuai penetapan dari Badan Lingkungan Hidup dibiarkan pihak perusahan bocor dan mencemari hutan mangrove.

Mahmud salah seorang pemancing ikan yang saat itu berada dilokasi mengatakan, "Sebelum hutan mangrove mati nelayan tidak kesulitan mencari ikan, namun karena adanya limbah pabrik yang dibuang dekat hutan mangrove nelayan dan pemancing sulit sekali mendapatkan ikan.”


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.