Saturday, 22 July, 2017 - 18:51

Mansur Lanta Ajukan Banding

PEMERIKSAAN SAKSI - Suasana kasus dugaan korupsi proyek Gernas Kakao Tolitoli di Pengadilan Tipikor beberapa waktu lalu. Kasus ini menghadirkan empat terdakwa, di antaranya Mansur Lanta, mantan Kadis Perkebunan Tolitoli. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Mantan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Tolitoli, Mansur Lanta mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tindak pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Palu yang menjatuhkan putusan terhadap dirinya dengan pidana penjara selama 9 tahun. Mansyur Lanta terbukti melakukan korupsi dana program gerakan nasional (Gernas) peningkatan produksi dan mutu kakao Kabupaten Tolitoli tahun 2013.

Hal tersebut diungkapkan oleh Humas Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Palu, Lilik Sugihartono kepada Metrosulawesi, Jumat, 16 Juni 2017.

Lilik mengatakan, terdakwa sudah resmi menyatakan banding atas putusan Pengadilan Tipikor Palu terhadap dirinya. Pasalnya, terdakwa Mansyur Lanta divonis dengan pidana penjara selama 9 tahun, dan denda senilai Rp 200 juta subsidair 2 bulan kurungan serta membayar uang pengganti senilai Rp 530 juta subsidair 8 bulan penjara.

Mansyur Lanta merupakan salah satu dari empat terdakwa kasus tindak pidana korupsi dana program Gernas peningkatan produksi dan mutu kakao di Dinas Perkebunan Kabupaten Tolitoli 2013.

Diketahui, bahwa selain Mansyur Lanya, tiga terdakwa lainnya didakwa dalam kasus yang sama masing-masing pejabat penandatangan surat perintah membayar Connie J Katiandagho, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Eko Juliantoro dan Direktur PT Karya Lestari Raya Syamsul Alam. Ketiga terdakwa itu juga terbukti melakukan korupsi sebagaimana yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Connie dihukum dengan pidana penjara selama 6 tahun, dan denda senilai Rp 200 juta subsidair 2 bulan kurungan serta membayar uang pengganti Rp180 juta subsidair 6 bulan penjara.

Sementara terdakwa Eko Juliantoro dihukum dengan pidana penjara 4 tahun 6 bulan, dan denda senilai Rp 200 juta subsidair 2 bulan kurungan serta membayar uang pengganti senilai Rp 30 juta subsidair 2 bulan penjara.

Sedangkan Direktur PT Karya Lestari Raya Syamsul Alam divonis dengan pidana penjara selama 4 tahun, dan denda senilai Rp 200 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Pemgadilan Tipikor Palu menilai keempatnya terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana didakwakan dalam Pasal 2 Jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP sebagaimana dalam dakwaan primair.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.