Sunday, 22 July, 2018 - 09:24

Mantan Anggota DPRD Kota Palu Dituntut 11 Tahun

Palu, Metrosulawesi.com - Mantan anggota DPRD Kota Palu, Abdul Rahman Rifai diituntut dengan pidana penjara selama 11 tahun dan denda senilai Rp60 juta subsidair 6 bulan kurungan. Pasalnya, terdakwa Abdul Rahman Rifai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap anak dibawa umur berinisial Rr (korban).

JPU, Salma Adnan Deu dan Mariani kepada Wartawan mengatakan, pihaknya telah membacakan tuntutan tadi (kemarin-red) terhadap terdakwa Abdul Rahman Rifai. Sidang tertutup itu dibuka oleh Majelis Hakim Ketua, I Made Sukanada dengan agenda membacakan tuntutan. Setelah itu sidang ditutup dan lanjutkan pekan depan dengan agenda nota pembelaan (pledoi) terdakwa.

Salma mengatakan, terdakwa Abdul Rahman Rifai telah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan kesatu dan kedua. Bahwaannya pada Rabu, 1 Februari 2017, sekitar pukul 17.00 Wita, terdakwa Abdul Rahman Rifai mengajak korban ke salah satu Warkop di Jalan Yos Sudarso untuk menhambil kaca matanya yang ketinggalan, dan janji akan membelikan celana paskibraka. Namun ketika melintas dibawah jembatan IV Palu, terdakwa menghentikan dan memarkirkan mobilnya sebelah kiri jalan dengan mengunci semua pintu dan mobil dalam keadaan hidup. Bahwasannya, saat itu terdakwa melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak (saksi korban) untuk melakukan persetubuhan dengan terdakwa. Kemudian sekitar bulan Oktober 2016 sampai Januari 2017, sekitar pukul 02.30 Wita sampai 05.00 Wita, bertempat di rumah korban ( Palu Utara), terdakwa melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, melakukan tipu muslihat atau membujuk anak (korban) untuk melakukan pembuatan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul terhadap korban.

Olehnya, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap anak dibawa umur berinisial Rr (korban) sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 81 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan pasal 82 ayat 1 tentang perlindungan anak Jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sebelumnya, JPU mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Hal-hal yang memberatkan kata Salma, perbuatan terdakwa merusak masa depan anak yang masih tumbuh dewasa, perbuatan terdakwa mengakibatkan trauma psikologis pada sakai korban yang tidak mungkin hilang, terdakwa terbelit-belit dalam persidangan dan terdakwa seharusnya mengayomi dan melindungi saksi korban karena dianggap anak sendiri. Sedangkan hal-hal yang meringankan, terdakwa belum pernah di hukum.

"Olehnya terdakwa diituntut dengan pidana penjara selama 11 tahun dan denda senilai Rp60 juta subsidair 6 bulan kurungan," ujarnya.

Usai sidang Majelis Hakim Ketua, I Made Sukanada yang memeriksa dan nantinya memutuskan perkara tersebut membenarkan, bahwa terdakwa Abdul Rahman Rifai dituntut dengan pidana penjara 11 tahun dan denda senilai Rp60 juta subsidair 6 bulan kurungan.

"Tadi sudah dibacakan tuntutannya. Selanjutnya kami berikan kesempatan kepada terdakwa untuk menyiapkan pembelaannya," katanya. 


Editor: Udin Salim