Saturday, 25 March, 2017 - 06:02

Mantan Bendum UT Dituntut 2,5 Tahun

ILUSTRASI - Persidangan. (Grafis : okezone.com)

Palu, Metrosulawesi.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu menuntut terdakwa Risna dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan atau 2,5 tahun, dan denda senilai Rp 50 juta Subsidair 3 bulan, serta membayar uang penganti senilai Rp 274 juta Subsidair 4 bulan kurungan.

Tuntutan itu dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Palu, Rabu, 4 Januari.

JPU, Erlin dalam tuntutannya menyebutkan, bahwa terdakwa Risna telah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan subsidair Pasal 3 ayat 1 Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 65 ayat 1 KUHP. Sehingga, terdakwa Risna dituntut dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan atau 2,5 tahun, dan denda senilai Rp 50 juta Subsidair 3 bulan, serta membayar uang penganti senilai Rp 274 juta Subsidair  4 bulan kurungan.

Terdakwa Risna dituntut korupsi dalam kapasitasnya saat itu sebagai Bendahara Umum Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Palu. Risna dituntut melakukan korupsi dana wisuda dan upacara penyerahan ijazah (UPI) di UPBJJ-UT Palu tahun 2011-2012. Dimana saat itu, terdakwa Risna menjabat Bendum dan juga menjabat sebagai bendahara pelaksanaan wisuda dan UPI di UPBJJ-UT Palu tahun 2011-2012.

Dalam tuntutan menyebutkan, bahwa modus operansi korupsi yang dilakukan adalah pungutan liar dan tidak menyetorkan dana wisuda ke UT Pusat saat melakukan wisuda dan UPI tahun 2011 dan 2012. Bahwasannya, saat itu, UT Pusat menentukan bahwa setiap mahasiswa yang di wisuda hanya dibebankan biaya senilai Rp 625 ribu per mahasiswa. Namun, UPBJJ-UT Palu meminta kepada mahasiswa senilai Rp 1,5 juta. Artinya, terjadi dugaan pungutan liar. Kemudian, ketentuan membayar uang wisuda senilai Rp 625 ribu itu tidak semuanya disetorkan ke UT Pusat.

Jumlah mahasiswa yang wisuda dan UPI tahun 2011 adalah sebanyak 652 orang. Sedangkan jumlah mahasiswa yang wisuda dan UPI tahun 2012 adalah sebanyak  366 orang. Sehingga, jumlah seluruh mahasiswa yang wisuda dan UPI tahun 2011 dan 2012 di UPBJJ-UT Palu adalah sebanyak 1.018 orang.

Usai mendengar pembacaan tuntutan tersebut, Majelis Hakim Ketua, I Made Sukanada memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan nota pembelaan atau pledoi. Majelis memberikan kesempatan kepada terdakwa selama satu minggu untuk menyiapkan pledoinya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.