Thursday, 16 August, 2018 - 18:46

Mantan Direktur PDAM Donggala Divonis 6 Tahun Penjara

Palu, Metrosulawesi.com - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Tinggi (PT) Sulteng menjatuhkan putusan terhadap mantan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Donggala, Arifin Abd Rahim dengan pidana penjara selama 6 tahun. Putusan banding ini lebih tinggi dari putusan Pengadilan sebelumnya yang memvonis Arifin Abd Rahim dengan pidana penjara 3 tahun.

Hal tersebut diungkapkan oleh Humas Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Palu, Lilik Sugihartono kepada Wartawan, Kamis, 7 Juni.

Lilik mengatakan, dalam amar putusan PT mengatakan menerima permintaan banding dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), membatalkan putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Palu tertanggal 15 Maret 2018, Nomor: 59/Pid.Sus-TPK/2017/PN Pal yang dimintakan banding.

Ida Bagus Djagra selaku Ketua Majelis yang didampingi Sinung Hermawan dan Darwis D Marpaung masing-masing Hakim anggota dalam putusannya mengatakan, terdakwa Arifin Abd Rahim terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi sebagaimana dalam dakwaan primair. Menjatuhkan hukuman pidana kepada Arifin Abd Rahim dengan pidana penjara selama 6 tahun dan denda senilai Rp200 juta subsidair 1 tahun kurungan, serta membayar uang penganti senilai Rp520.778.000 subsidair 6 bulan penjara.

"Putusan ini baru kami terima tadi (kemarin-red) dari PT, dan putusan ini akan segera di kirim kepada para pihak," ujarnya.

Diketahui, bahwa Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Palu yang memeriksa dan mengadili perkara korupsi dana operasional  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Donggala beda pendapat (dissenting opinion) dalam menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Arifin Abd Rahim.

Majelis Hakim Ketua, Elvin Adrian dan dua Majelis Hakim anggota Darmansyah dan Jult Mandapot Lumban Gaol sependapat terdakwa Arifin Abd Rahim bersalah. Namun terjadi beda pendapat terkait pasal yang terbukti. Meskipun demikian, terdakwa Arifin Abd Rahim dijatuhkan hukuman dengan pidana penjara selama 3 tahun dan denda senilai Rp50 juta subsidair 3 bulan kurungan, serta dihukum membayar uang pengganti senilai Rp98.699.900,10 subsidair 6 bulan penjara.

Dua Majelis Hakim anggota mengatakan, terdakwa Arifin Abd Rahim terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor yang telah diubah dan diganti dengan UU Nomor: 20 Tahun 2001 Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Sedangkan Majelis Hakim Ketua, Elvin Adrian mengatakan, bahwa terdakwa Arifin Abd Rahim terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana Pasal 2 Jo Pasal 18 Ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor yang telah diubah dan diganti dengan UU Nomor: 20 Tahun 2001 Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Elvin Adrian sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa Arifin Abd Rahim dengan pidana penjara delapan tahun dan denda Rp100 juta subsider empat bulan kurungan, serta membayar uang pengganti Rp657.573.000 subsidair 1 tahun penjara.

Terdakwa dituntut terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan diganti dengan UU Nomor: 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Diketahui, bahwa terdakwa Arifin Abd Rahim telah melakukan korupsi dana operasional PDAM Kabupaten Donggala tahun 2016/2017 yang mengakibatkan terjadinya kerugian negara senilai Rp 748.137.090. Terdakwa Arifin Abd Rahim didakwa dalam kapasitasnya sebagai Direktur Utama (Dirut) PDAM Kabupaten Donggala.


Editor: Syamsu Rizal