Tuesday, 21 August, 2018 - 06:34

Mantan Kasat Narkoba Poso Bertarung Rebut Kursi DPRD

Fredik Taidi. (Foto: Ryan Darmawan/ Metrosulawesi)

Poso, Metrosulawesi.com - Perhelatan Pileg 2019 mendatang banyak nama-nama dari sejumlah profesi yang cukup terkenal dikalangan masyarakat mencoba terjun ke dunia politik.

Hal itulah kemudian dimanfaatkan untuk menjadi caleg di Pileg 2019 mendatang seperti di wilayah Kabupaten Poso, Sulteng.

Salah satu orang Poso seorang purnawirawan Fredik Taidi di momen Pileg 2019 ini akan maju bertarung memperebutkan kursi di DPRD Poso.

Fredik Taidi sendiri cukup terkenal di masyarakat, dirinya adalah mantan Kasat Narkoba Polres Poso yang maju menggunakan perahu Demokrat.

Saat ditemu di KPU Poso pada Selasa siang 17 Juli 2018 dirinya menyatakan dengan serius menjadi caleg di Pileg 2019.

Kata Fredik Taidi, dirinya berniat maju karena kepedulian untuk membangun Kabupaten Poso lebih baik lagi serta ingin mendengarkan aspirasi masyarakat. 

"Saya niat maju dengan niat ingin membangun Poso karena Poso kota tua yang perlu dibangun lebih baik lagi. Dan terpenting mendengar aspirasi masyarakat itu yang terpenting," ucapnya.

Menurutnya, jika selama dirinya bertugas di bagian Satnarkoba Polres Poso, banyak mendengar aspirasi masyarakat terutama terkait laporan adanya peredaran narkoba, yang kemudian berhasil ditindak tegas saat masih menjabat Kasat Narkoba.

"Waktu bertugas dulu saya banyak mendengar aspirasi masyarakat terutama laporan soal narkoba. Tidak tinggal diam mereka langsung saya tangkap," ungkapnya.

Fredik Taidi menambahkan, karena sangat mementingkan laporan masyarakat saat berdinas lalu, hal itulah yang menjadi salah satu alasannya ingin merebut kursi di DPRD Poso untuk mendengarkan aspirasi masyarakat Kabupaten Poso.

Untuk diketahui Fredik Taidi sendiri dikenal merupakan sosok yang sederhana, mudah bergaul dan tegas dalam bertindak. Fredik Taidi nantinya maju di dapil 1 dengan menggunakan nomor urut 9.

Dirinya pun berharap, jika nanti terpilih akan melaksanakan tugas yang sesuai amanah dari masyarakat. 

 

Editor: Masruhim Parukkai

Tags: