Saturday, 18 August, 2018 - 20:00

Mantan Kepala DPK Banggai Divonis 1 Tahun 10 Bulan Penjara

Palu, Metrosulawesi.com - Mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kabupaten Banggai, Juanda Balanti divonis 1 tahun 6 bulan penjara, dan denda senilai Rp10 juta subsidair 2 bulan kurungan. Pasalnya, terdakwa Juanda Balanti terbukti melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sincan saat dirinya menjabat Kepala DPK Kabupaten Banggai.
Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rusli Thomeng kepada Metrosulawesi mengatakan, pihaknya masih pikir-pikir apakah menerima atau melakukan upaya hukum lain atas putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Palu terhadap terdakwa Juanda Balanti.

Rusli mengatakan, dalam putusan pekan lalu, Pengadilan menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Juanda Balanti dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dan denda senilai Rp10 juta. Putusan Pengadilan berbeda dengan tuntutan JPU yang menuntut terdakwa Juanda Balanti dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda senilai Rp10 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Rusly Thomeng dalam tuntutannya menyebutkan, bahwa tahun 2016 ada program bantuan kapal penangkap ikan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk kelompok usaha bersama (KUB) di Kabupaten Banggai. Pihak Kementerian melakukan verifikasi semua KUB yang mengajukan permohonan bantuan tersebut. Hasil verifikasi itu ternyata ada yang tidak lulus, yakni KUB Sincan. Namun terdakwa Juanda Balanti menyampaikan kepada pengurus KUB Sincan untuk menyiapkan uang senilai Rp10 juta agar bisa mendapatkan bantuan kapal penangkap ikan tersebut. Terjadi komunikasi intens via SMS antara terdakwa dan Hasanudin selaku pengurus KUB Sincan.

Pengurus KUB Sincan awalnya mengatakan tidak ada uang. Tetapi terdakwa selalu menyampaikan agar usahakan uang senilai Rp10 juta itu untuk memproses bantuan tersebut. Sehingga, KUB Sincan berusaha mencari dana sejumlah yang diminta terdakwa. Namun yang didapat hanya senilai Rp5 juta. Pengurus KUB Sincan kemudian menyampaikan kepada terdakwa Juanda Balanti bahwa uang yang didapat senilai Rp5 juta. Terdakwa pun mengatakan tidak apa-apa itu saja dulu. Nanti sisanya ditransfer.

Terdakwa kata Rusly janjian untuk ketemu menerima uang tersebut, yakni di komplek Pasar tua, di salah satu hotel yang berdekatan dengan kediaman terdakwa sekitar pukul 21.00 Wita. Nah, saat transaksi itulah terjadi operasi tangkap tangan (OTT) tim sapu bersih (Saber) Pungli, dengan barang bukti yang berhasil diamankan adalah senilai Rp3,9 juta. Terdakwa Juanda Balanti dituntut melanggar pasal 12 huruf e Jo pasal 12 A ayat 1 dan ayat 2  Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.


Editor: Syamsu Rizal