Friday, 21 July, 2017 - 18:53

Mantan Kepala SDN Taring Divonis 1 Tahun

ILUSTRASI - Vonis hakim. (Foto : Shutterstock)

Palu, Metrosulawesi.com - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Palu menjatuhkan putusan terhadap mantan Kepala SDN Taring Kabupaten Tolitoli, Tri Hartati dengan pidana penjara selama 1 tahun. Pasalnya, terdakwa Tri Hartati terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) rehabilitasi ruang kelas SDN Taring, Desa Kongkomos, Kecamatan Basidondo, Kabupaten Tolitoli tahun 2015/2016.

Putusan itu dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Palu, Selasa, 20 Juni 2017.

Majelis Hakim Ketua, Dede Halim dalam putusannya mengatakan, terdakwa Tri Hartati selaku Kepala SDK Taring saat itu secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebagaimana diatur dalam dakwaan subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Terdakwa terbukti melakukan korupsi dana Bansos rehabilitasi ruang kelas SDN Taring dari Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2015 dengan pagu angaran sesuai Rancangan Anggaran Belanja (RAB) pekerjaan rehabilitasi tiga ruang kelas SDK Taring yang rusak berat senilai Rp 230.192.000.  Ruang kelas SDN Taring termasuk dalam kategori ruang kelas rusak berat yang harus di rehab. Olehnya, terdakwa divonis dengan pidana penjara selama 1 tahun dan denda senilai Rp 50 juta subsidair 1 bulan kurungan, serta membayar uang penganti senilai Rp 63.649.000 subsidair 2 bulan penjara.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Bahwasannya, JPU menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan, dan denda senilai Rp 50 juta subsidair dua bulan kurungan, serta membayar uang pengganti senilai Rp 63.649.000 subsidair dua bulan penjara.

Usai membacakan putusan, Dede Halim memberikan kesempatan kepada JPU dan terdakwa untuk menyikapi putusan tersebut.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.