Wednesday, 26 April, 2017 - 16:06

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Mantan Ketua Lemlit Untad Divonis Dua Tahun Penjara

ILUSTRASI - Korupsi dana Lemlit Untad. (Grafis : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Palu menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Sultan dengan pidana penjara selama dua tahun.

Pasalnya, terdakwa Sultan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan subsidair Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor.

Putusan itu dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Palu, Kamis, 9 Maret 2017.

Majelis Hakim Ketua, I Made Sukanada yang didampingi dua hakim anggota dalam putusannya menyebutkan, bahwa terdakwa Sultan terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana penelitian pada Lembaga Penelitian (Lemlit) dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tadulako (Untad) berupa pemotongan dana penelitian sebesar 5 persen pada tahun 2014/2015.

Terdakwa Sultan saat itu menjabat sebagai Kepala Lemlit dan Pengabdian Masyarakat Untad. Olehnya terdakwa Sultan dihukum dengan pidana penjara selama dua tahun, dan denda senilai Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan, serta membayar uang penganti senilai Rp 311 Juta subsidair 8 bulan penjara.

Selain membacakan putusan terhadap terdakwa Sultan, majelis hakim juga membacakan putusan terhadap terdakwa lain dalam perkara tersebut, yakni Fauziah Tenri Sisi.

Bahwasanya, terdakwa Fauziah Tenri Sisi juga terbukti melakukan korupsi sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan subsidair. Sehingga, terdakwa Fauziah Tenri Sisi yang saat itu menjabat sebagai Bendahara Pembantu Pengeluaran Lemlit dan Pengabdian Masyarakat Untad dihukum dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda senilai Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan, serta membayar uang penganti senilai Rp 287 juta subsidair 8 bulan kurungan. Terdakwa Fauziah Tenri Sisi lebih ringan membayar uang penganti dari pada terdakwa Sultan.

Putusan Majelis Hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya, JPU, Muhammad Tofan dalam tuntutannya menuntut terdakwa Sultan dengan pidana penjara selama 4 tahun, dan denda senilai Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan serta membayar uang penganti senilai Rp 230 juta subsidair 2 tahun penjara.

Sedangkan terdakwa Fauziah Tenri Sisi dituntut dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda senilai Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan, serta membayar uang penganti senilai Rp 596 juta subsidair 2 tahun penjara.

Seusai membacakan putusan, Made memberikan kesempatan kepada para terdakwa dan JPU untuk menanggapi putusan tersebut.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.