Tuesday, 26 September, 2017 - 06:15

Mantan Pejabat Dishutbun Parimo Dieksekusi

ILUSTRASI - Penahanan. (Foto : Google image)

Palu, Metrosulawesi.com - Kejaksaan Negeri Parigi sudah melaksanakan eksekusi terhadap Hengky Idrus yang terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak korupsi berupa dana pungutan pengurusan izin pengangkutan kayu rakyat (IPKR) di Kabupaten Parimo tahun 2012.

Hengki Idrus dieksekusi pada Jumat, 24 Maret 2017 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Palu Cabang Parigi di Olaya, Parigi Moutong.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Parigi, Jurist Prercisely Sitepu melalui Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Parimo, Reza Hidayat kepada Metrosulawesi via ponselnya, Minggu, 26 Maret 2017.

Reza menuturkan, setelah melaksanakan eksekusi terhadap Ekka Pontoh pada Rabu, 22 Maret, pihaknya memanggil Hengky Idrus untuk dieksekusi.

Mantan Kepala Bidang (Kabid) Pengusahaan Hutan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Parigi Moutong (Parimo) tersebut terbukti melakukan korupsi sebagaimana salinan putusan Mahkamah Agung RI yang diterimanya.

Bahwasanya, Mahkamah Agung (MA) RI menjatuhkan putusan terhadap Hengky Idrus dengan pidana penjara selama empat tahun. Sehingga pada Jumat, 26 Maret dilaksanakan eksekusi. Selama proses pelaksanaan eksekusi tersebut aman dan lancar.

Diketahui, bahwa Hengky Idrus terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi berupa dana pungutan pengurusan izin pengangkutan kayu rakyat (IPKR) di Kabupaten Parimo tahun 2012.

Sehingga, Hengky Idrus divonis 4 tahun penjara, dan denda senilai Rp 200 Juta Subsidair 4 bulan kurungan. Pada Pengadilan Tipikor tingkat pertama, Hengky Idrus tidak terbukti, sehingga bebas. Terhadap putusan tersebut, Jaksa mengajukan kasasi terhadap terdakwa dugaan korupsi berupa pungutan pengurusan IPKR di Kabupaten Parimo tahun 2012, Hengky Idrus. Alhasil, di tingkat kasasi, Hengky Idrus terbukti melakukan korupsi sebagaimana yang dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Berita Terkait