Wednesday, 26 July, 2017 - 22:40

Manunggal TNI di Kabupaten Sigi Berlangsung Sebulan, Fokus Bedah Rumah

RESMIKAN TMMD - Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta dan Komandan Kodim (Dandim) 1306/Donggala Letkol Kav I Gede Masa.SIP, menandatangani berita acara dimulainya TMMD ke-98 di Desa Lavua, Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi, Rabu, 5 April 2017. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

Sigi, Metrosulawesi.com - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-98 ditandai dengan upacara pencanangan yang dipimpin oleh Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta, di lapangan sepak bola, Desa Lavua, Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi, Rabu, 5 April 2017.

Program TMMD yang bertema “Dengan Semangat Kemanunggalan TNI dan Rakyat Kita Percepat Pembangunan di Daerah Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Rangka Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI” di Kecamatan Kulawi Selatan tersebut, diagendakan selama sebulan, dimulai sejak 5 April 2017 hingga 4 Mei 2017 mendatang, dan melibatkan setidaknya 150 orang dari unsur TNI dan 150 orang dari unsur warga Kecamatan Kulawi Selatan.

Dalam amanatnya, Bupati Mohamad Irwan Lapatta mengatakan, TMMD adalah perwujudan dari tugas pokok TNI dalam rangka membantu pemerintah daerah dalam mensejahtrakan masyarakat. Bupati mengaku, program TMMD sudah dirasakan dan sangat ditunggu-tunggu masyarakat khususnya di Kabupaten Sigi.

“Saya mewakili Pemerintah Daerah kabupaten Sigi, apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TNI, khususnya Kodim 1306 Donggala yang telah berparitisipasi nyata dalam usaha membantu meningkatkan kesejahteraan warga, dalam bentuk kegiatan TMMD,” tambah
nya.

Komandan Kodim (Dandim) 1306/Donggala Letkol Kav I Gede Masa.SIP, melaporkan, selama TMMD ke-98 yang dipusatkan di Kecamatan Kulawi Selatan itu, sejumlah kegiatan akan dilakukan seperti pembangunan fisik berupa bedah rumah sebanyak 30 unit. Sedangkan non fisik berupa sunatan masal, penyuluhan hukum, kesehatan, bela negara, narkoba, deradikalisasi dan penyuluhan toleransi umat beragama.

Hadir dalam upacara itu Kasdam XIII/MDK, Danrem 132/Tadulako, Dandim 1306/Donggala, Dan Lanal Palu, para Kasi Korem 132/tdl, Kabid Humas Polda Sulteng, Wakapolres SigiK ketua DPRD kab. Sigi, Kadis PU kab. Sigi, Camat Kulawi Selatan, para Kepala Desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan itu juga ditandai dengan penyematan pita kepada wakil TNI, Polri dan warga sebagai dimulainya program TMMD serta pemberian perlengkapan kerja. Setidaknya ada enam desa yang tercakup dalam berbagai kegiatan tersebut, yakni Desa Lavua, Desa Gimpu, Desa Loko Baking, Desa Tompi Bugis, Desa Tomua dan desa Lempe Lero.

Sementar itu, Kepala Staf Kodam (Kasdam) XIII Merdeka, Brigjen TNI Santos Gunawan Matondang, kepada wartawan menjelaskan, target pelaksanaan TMMD, adalah untuk meningkatkan percepatan pembangunan di Desa. Khusus TMMD ke-98 di Kabupaten Sigi, sasaran khususnya ialah pembangunan rumah-rumah warga, yang dianggap tidak layak huni.

“Kalau kebanyakan di daerah lain, sasaran fisiknya pembangunan jalan, tapi di sini (Sigi_red) berbeda, kita perbaiki rumah-rumah warga yang tidak layak huni,” jelas Kasdam, usai upacara pembukaan TMMD ke-98.

Kasdam juga mengatakan, dalam TMMD ke-98 ini, para prajurit TNI akan menyatu dengan masyarakat sekitar, untuk bersama-sama bekerja mewujudkan program-program, yang telah diagendakan dalam pelaksanaan TMMD.Salah satu wujud penyatuan warga dengan TNI tersebut ialah selama pelaksanaan TMMD, para prajurit tidak lagi tinggal di tenda-tenda khusus, melainkan akan tinggal di rumah-rumah warga.

“Unsur-unsur TNI yang terlibat, akan tinggal di tempat-tempat masyarakan, sehingga masyarakat dan TNI dapat menyatu. Karena kita sadari betul, bahwa TNI berasal dari rakyat,” tambahnya.
 

Editor : Udin Salim

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.