Sunday, 23 September, 2018 - 12:22

Marak Pencurian Sawit di Baras, PT Unggul Merugi Rp600 Juta Per Bulan

BARANG BUKTI - Polisi memperlihatkan buah sawit hasil curian. (Foto: Ist)

Mamuju, Metrosulawesi- PT Unggul Widya Teknologi Lestari, di Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, mengaku mengalami kerugian yang besar akibat maraknya pencurian buah kelapa sawit.

Manager Kebung Inti PT Unggul Baras I, Abd Kadir Samming saat ditemui di areal kebun mengatakan, diperkirakan pihaknya mengalami kerugian sekitar Rp600 juta per bulan akibat pencurian yang jauh dari jangkauan perusahaan.

"Yang selalu dicuri itu kurang lebih 300 hektar. Nah kalau rata-rata 100 hektar perhasilanhya Rp 3 juta per bulan, berarti kami perkirakan kerugian perusahaan sekitar Rp 600 juta per bulan yang berlangsung sejak 2014," kata Abd Kadir Samming, Selasa 5 Juni.

Abd Kadir Samming menjelaskan, daerah yang menjadi tempat pencurian buah tersebut merupakan kebun perusahaan yang diklaim oleh sebanyak tiga kelompok kerja yang besar di Pasangkayu.

"Bahkan biasa kalau karyawan kami masuk di areal ini, mereka ditahan dan kadang dikejar pake parang. Daerah ini memang jauh dari pantauan kami karena sangat luas sekitar 7.000 hektar kalau kebun inti, dengan plasma itu ada 16.000 hektar, makanya mereka leluasa mengambil karana jauh dari pantauan," tuturnya.

Ia mengungkapkan, para pelaku pencurian buah mereka menggunakan keranjang yang kadang-kadang memuat 10 tandang buah satu kali jalan.

"Biasa kalau kita datang sama polisi mereka lari. Karyawan tidak ada yang berani masuk karena mereka ditakut-takuti bahkan dikejar pake parang, satu orang mandor kami sudah jadi korban penganiayaan, rumahnya didatangi rombongan lalu di pukul," kata dia.

"Inilah sebabnya kami putus jalan untuk meminimalisir pencurian, sebenarnya mereka sudah lama melakukan tapi baru hari ini kita putus. Inipun jalan kita sendiri, jadi bukan jalan desa, sekarang itu mereka masih lewat lagi walaupun sudah di putus karena yang penting motor mereka bisa lewat," tuturnya menambahkan.