Friday, 24 November, 2017 - 17:40

Masalah Politeknik Bakal Lanjut ke PN

Dosen dan pengelola Politeknik Palu saat mengikuti mediasi ketiga secara tertutup di UPT Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulteng, Rabu, 19 April 2017. (Foto : Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Mediasi ketiga soal permasalahan gaji dosen dan pengelola kampus Politeknik Palu di Kantor UPT Dinas Tanaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Tengah tak membuahkan hasil maksimal. Pasalnya, UPT Disnakertrans Sulteng mengeluarkan surat anjuran agar permasalahan Yayasan Nosarara Nosabatutu dilanjutkan ke tingkat Pengadilan Negeri Kelas IA Palu.

Kepala Seksi Organisasi dan Pembinaan Perindustrial UPT Disnakertrans Sulteng Syafaruddin mengatakan sejak mediasi pertama dan hingga mediasi terakhir permasalahan Politeknik Palu tidak menemui titik terang.
 
“Seharusnya pihak Yayasan Nosarara Nosabatutu serta ketua-ketua yang bertangung jawab terhadap Politeknik hadir dalam pertemuan ini untuk mencari solusi terkait gaji para tenaga pengajar. Tetapi yang bertangungjawab hingga mediasi terakhir tidak hadir, maka kami memutuskan permasalahan dianjurkan ke Pengadilan Negeri Palu,” kata Syafaruddin di Palu, Rabu, 19 April 2017.

Syafaruddin mengaku yang hadir hanya mantan dewan pembina politeknik Arifin H. Lolo yang tidak mengetahui persoalan operasional yang terjadi pada Yayasan Nosarara Nosabatutu.

“Jadi mediasi ketiga ini kami mengundang semua, mulai dari ketua yayasan, direktur Politeknik, Sekretaris, Bendahara bahkan pembina politeknik juga kami undang, karena ini menyangkut masalah dana yang mengakibatkan gaji para pekerja belum terbayarkan selama satu tahun empat bulan,” ujarnya.

Syafruddin berharap pada pelaksanaan mediasi terakhir ini ada etikad baik dari Yayasan Nosarara Nosabatutu, namun hingga saat ini hal itu tidak tampak.

“Maka mediator mengakhiri dengan mengeluarkan anjuran sesuai dasar fakta hukum, dan peraturan perudang-undangan yang berlaku di negara ini,” katanya.

Sementara itu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Buru Niaga, Informatika, Keuangan, Perbankan dan Aneka Industri (FSB NIKEUBA) Kota Palu, Afandi SE mengatakan pihaknya siap untuk mengawal kasus ini hingga ke Pengadilan Negeri.

“Saya kira saat ini sudah jelas, bahwa perkara ini akan ditindaklanjuti ke Pengadilan Negeri, dan ini sesuai undang-undang. Karena prosedur terkait perselisihan hubungan perindustrial harus melalui mediasi, kemudian masuk pada rana Pengadilan Negeri,” ungkapnya.
 
Afandi mengungkapkan permasalahn urgen dalam mediasi yang harus diselesaikan yaitu gaji para dosen dan staf pengelola Politeknik Palu, karena selama satu tahun empat bulan tidak terbayarkan.
 
“Kemudian gaji mereka yang dibayarkan pada tahun sebelumnya, tidak sesuai dengan kerja mereka yang secara maksimal selama mengabdi di Politeknik,” katanya.
 
Afandi berharap mediasi ini jangan sampai berlanjut ke Pengadilan Negeri, tetapi jika etikad baik dari Yayasan Nosarara Nosabatutu tidak ada, mau tidak mau, proses ini berlanjut ke pengadilan.

Selain itu salah satu Dosen Politeknik Palu, Yudin Ibrahim mengatakan selama satu tahun lebih ini pihaknya bekerja sukarela tanpa gaji dari kampus ataupun pihak yayasan.

“Maka untuk semester tahun ini, kami para dosen sepakat tidak mengadakan perkuliahan, karena gaji yang diberikan oleh yayasan belum ada sehingga proses perkuliahan tidak akan berjalan maksimal,” katanya.
 
“Kami berharap pengelola Politeknik dan Yayasan Nosarara Nosabatutu bertangung jawab atas permasalahan ini, agar bisa menghasilkan solusi dan kesepakatan bersama yang baik,” ujarnya.      


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.