Saturday, 29 April, 2017 - 22:04

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Masalah PT Vale di Morowali Akan Dibawa ke Dirjen dan DPR RI

Pertemuan terkait masalah PT Vale Indonesia di ruang Komisi III DPRD Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (16/10/2014). (Foto : Ahyar Lany)

Morowali, Metrosulawesi.com – Pemerintah daerah dan Komisi III DPRD Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, akhirnya merekomendasi masalah PT Vale Indonesia Tbk dibawa ke pemerintah pusat, yakni Dirjen dan DPR RI.

Rekomendasi tersebut setelah dilakukannya rapat dengar pendapat di ruang Komisi III DPRD Morowali, yang menghadirkan pihak pemerintah daerah, PT Vale Indonesia Tbk, pemerintah desa dan BPD lingkar tambang, serta para aktivis Gerakan Rakyat Lingkar Tambang (Gerlita), pada Kamis (16/10/2014).

Dalam rapat dengar pendapat itu berlangsung cukup alot. Keberadaan PT Vale yang sebelumnya bernama PT Inco itu, sudah puluhan tahun di Morowali sejak 1968. Masalah pembangunan pabrik (smelter) dan program-program yang mensejahterakan masyarakat, hingga saat ini tidak pernah terwujud dan kompleksitas masalahnya pun tak kunjung tuntas.

Wakil Ketua Komisi III Kuswandi mengatakan, sudah menjadi kewajiban pihak legislatif (DPRD) maupun eksekutif (Pemda) menindaklanjuti keinginan masyarakat yang mendesak PT Vale segera membangun pabrik pemurnian (smelter) di wilayah lingkar tambang.

“Masalah ini sudah cukup lama dan sudah berulang-ulang disampaikan masyarakat, tapi sepertinya dari pihak PT Vale tidak jelas tindaklanjutnya sampai sekarang. Kita akan buat rekomendasi ke pemerintah pusat, bertemu Dirjen dan DPR RI, termasuk pihak terkait lainnya di pusat,” jelas politisi NasDem itu.

Asisten II Pemkab Morowali Tahir Alatas juga mengakui, beberapa bulan lalu telah dilakukan pertemuan dengan pihak PT Vale di Jakarta dalam membahas rencana pembangunan smelter.

“Saya sendiri hadiri pertemuan waktu itu mendampingi Pak Bupati. PT MM yang akan membangun smelternya. Bahkan, PT Vale siap melepas sebagian lahannya. Kalau memang PT Vale tidak siap bangun pabrik, sebaiknya serahkan saja lahan itu ke pihak lain yang mau membangun pabrik,” ungkapnya.

Sementara dari perwakilan PT Vale Baso Hadi mengatakan, bahwa sampai saat ini proses renegosiasi Kontrak Karya di tingkat pusat masih sedang berjalan. PT Vale, kata dia, tunduk dan taat pada aturan dan mekanisme yang ada.


Editor : Subandi

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.