Friday, 17 August, 2018 - 13:47

Masih Ada Seribu Mahasiswa Untad Terancam DO

Prof Dr Muhammad Basir. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Rektor Universitas Tadulako (Untad) Prof Dr Ir Muhammad Basir SE MS mengungkapkan masih ada sekitar seribu lebih mahasiswanya yang terancam Drop Out (DO). Mahasiswa terancam DO yang dimaksudkannya adalah angkatan 2011 yang harus menyelesaikan studi pada 30 Juni mendatang.

“Beberapa dekan telah melakukan langkah-langkah nyata, jadi mereka ini yang bisa kita  selesaikan misalnya SKS-nya yang tinggal 3 atau 4 itu dilakukan bimbingan khusus, tapi kalau SKS di bawah 70, saya kira biar juga diperpanjang 2 sampai 3 semester tidak mungkin lagi,” ujar Prof Basir kepada awak media baru-baru ini.

Rektor menjelaskan bahwa DO itu dilakukan secara otomatis oleh sistem karena masa studi yang sudah melewati batas. Untuk itu dia menyarankan kepada para mahasiswa angkatan 2011 segera berkonsultasi dengan pengurus program studi dan fakultas masing-masing dalam rangka  penyelesaian studi.

Secara spesifik dikatakan Rektor jumlah rill yang akan di-DO lebih dari 1.000 orang, tapi pihaknya akan berupaya agar angkanya bisa diperkecil.

Dikatakannya, dari data yang ada, mayoritas mahasiswa yang akan di-DO bukan murni dari masalah akademik tapi faktor non akademik.

“Mereka ini sebenarnya ada yang hanya dua semester dan tiga semester yang hilang, mungkin sudah kawin sudah punya anak dan urus suami. Jadi bukan murni karena akademik tapi banyak juga factor non akademik. Mereka sudah pulang kampung dan seterusnya,” terangnya.

Meski demikian, pihak Untad akan memberikan kemudahan pada mahasiswa yang akan di DO tersebut dengan mengeluarkan surat keterangan yang mengakui bahwa mahasiswa tersebut pernah kuliah di Untad.

“Jadi kita siapkan surat pindah atau atau keterangan pernah belajar di sini, kita juga tidak mau korbankan mereka. Kita bantu siapa tau bisa di Unismuh atau Universitas Terbuka (UT) karena UT juga terbuka untuk menerima,” tandas Rektor.