Friday, 15 December, 2017 - 22:16

Masuk Desa, BNPP Sulteng Bekuk Suami-Istri Penjual Narkoba

GELAR KASUS NARKOBA - Kepala BNNP Sulteng, Brigjen Pol Tagam Sinaga saat gelar tersangka dan barang bukti di kantor BNNP Sulteng, Jumat 2 Juni 2017. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Narkoba kini sudah masuk ke pelosok desa. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng, membekuk suami istri (Pasutri) di Desa Ogoamas, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala. Keduanya menjual narkoba ke sejumlah desa tetangga.

"Pasangan suami istri tersebut bernama Wawan Haerudin  dan Masriana alias Enceng  keduanya merupakan warga Ogoamas," kata Kepala BNNP Sulteng, Brigjen Pol Tagam Sinaga, saat gelar tersangka dan barang bukti, Jumat, 2 Juni 2017, di kantor BNNP Sulteng.

Brigjen Pol Tagam mengatakan, penangkapan tersebut terjadi di kediaman pelaku pada Senin 19 Mei lalu. Penangkapan sekaligus penggerebekan ini dilakukan setelah petugas mendapat informasi dari masyarakat, melalui SMS center BNNP Sulteng, dan sebelum dilakukan penangkapan pihaknya sudah melakukan pengintaian. Pelaku Wawan terpaksa ditembak polisi lantaran melawan saat hendak ditangkap.

"Awalnya kita dapat informasi dari masyarakat bahwa ada sepasang suami istri telah melakukan peredaran gelap narkoba yang sudah meresahkan warga. Namun pada saat dilakukan penangkapan, Wawan melakukan perlawanan, akhirnya petugas terpaksa menembaknya," tambahnya.

Tagam juga mengatakan, dari pengakuan tersangka Wawan, dirinya bersama istrinya sering menjual barang haram tersebut ke masyarakat Desa Ogoamas, tak hanya itu mereka juga menjualnya ke Desa Abajareng dan Sony Kecamatan Dampal Selatan. Parahnya lagi hingga di kalangan anak sekolah dan remaja di wilayah itu.

"Tersangka mengakui, barang haram tersebut didapatkan dari seorang Ibu Bhayangkari atau istri seorang oknum angggota Polisi yang bertugas di wilayah hukum Polres Tolitoli yang berinisial LN. Hingga saat ini, pihak BNNP Sulteng telah berkoordinasi dengan Polda Sulteng,” ungkapnya.

Namun, perwira dengan bintang satu di pundaknya itu mengatakan, saat anggotanya melakukan penggeledahan di rumah terduga LN, pihaknya tidak menemukan barang bukti dan rencananya Senin pekan depan kami akan melakukan pemeriksaan terhadap LN.

“Kami tidak menemukan barang bukti saat melakukanpenggeledahan, dan rencanaya Senin pekan depan LN akan di periksa di sini,” jelasnya.

Dari tangan kedua tersangka ini, petugas mengamanakan barang bukti berupa, sabu seberat 27,66 gram, 3 unit timbangan digital, uang tunai sebanyak Rp17.490.000, plastik bening yang digunakan untuk menjual, 1 set alat isap sabu (bong) dan 3 buah korek gas. (edy/emi)


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.