Sunday, 26 February, 2017 - 18:32

Masyarakat Togean Butuh Dukungan Kembangkan Usaha Kuliner di Kawasan Wisata

BIMTEK - Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulteng Norma Mardjanu saat menjadi pemateri pada bimtek Perancangan Kawasan Pariwisata dilaksanakan di Ampana, Kabupaten Tojo Unauna, Kamis 15 Desember 2016. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Sulawesi Tengah Norma Mardjanu menerima keluhan dari masyarakat di kawasan pariwisata Kepulauan Togean. Masyarakat meminta agar pemerintah daerah memberikan kesempatan dan ruang agar turut menikmati kemajuan pariwisata di daerahnya.

Hal itu mengemuka pada acara bimbingan teknis (bimtek) Perancangan Kawasan Pariwisata yang dilaksanakan di Ampana, Kabupaten Tojo Unauna, Kamis 15 Desember 2016. Bimtek selama dua hari itu dihadiri sejumlah kepala desa dari Kepulauan Togean, anggota komunitas, petugas cottage, pihak hotel dan restoran, serta instansi SKPD Pemkab Touna.

Norma Mardjanu mengatakan, pihaknya sengaja mengundang para kepala desa dari Kepulauan Togean dan pihak terkait untuk menjaring aspirasi masyarakat (Jaring Asmara) terkait pengembangan pariwisata Togean. Sebab, dalam pengembangan sektor pariwisata, selain pemerintah dan swasta, masyarakat setempat juga merupakan elemen penting yang harus dilibatkan.

Sejumlah kepala desa yang hadir dalam bimtek tersebut memberikan masukan di antaranya, meminta diberikan ruang untuk membuka lahan usaha di kawasan pariwisata. Selama ini, hasil pariwisata Togean kurang dinikmati oleh masyarakat setempat.

“Harapan para kepala desa yang ada di pulau-pulau di Togean kiranya dapat diberdayakan,” kata Norma Mardjanu dihubungi Metrosulawesi dari Palu, Kamis 15 Desember 2016.

Dia mencontohkan, usaha kuliner masyarakat setempat yang belum berkembang dengan baik. Padahal, potensi usaha kuliner terbuka lebar seiring semakin banyaknya wisatawan yang datang ke Togen baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

Selain itu, nelayan juga bisa dilibatkan sehingga pendapatan mereka tidak hanya bergantung pada aktivitas menangkap ikan, tetapi juga melayani jasa bagi wisatawan.

“Nelayan yang punya perahu dipakai oleh wisatawan berkeliling untuk menikmati panorama pulau-pulau di Togean. Wisatawan bisa menyewa perahu dan saya kira ini bisa menjadi daya tarik orang berkunjung ke Togean,” kata Norma Mardjanu.

Selain itu, salah satu kepala desa di salah satu pulau di Togean mengemukakan bahwa pemilik cottage sudah menyiapkan semua kebutuhan wisatawan mancanegara.

“Sehingga jualan masyarakat, misalnya air mineral saja kurang pembeli,” kata Norma Mardjanu.

Mengenai hal itu, Kadis Parekraf Sulteng menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Tojo Unauna kiranya mengundang seluruh pemilik cottage untuk duduk bersama membangun kesepakan.

“Agar setiap aktivitas yang bernilai ekonomi menuju masyarakat sejahtera perlu pelibatan masyarakat di sekitar usaha pariwisata Togean,” ujarnya.

Selain kepala desa, peserta bimtek dari pihak hotel juga mengusulkan agar dilakukan pelatihan pelayanan prima. Sementara peserta lainnya menyarankan, sebagai wisata bahari maka perlu dilakukan pelatihan master divers dan pelatihan pemandu wisata.

Menurut Norma Mardjanu, dalam membangun pariwisata tidak boleh berjalan sendiri, melainkan melibatkan lintas sektor dan lintas lembaga. Pemerintah, swasta dan masyarakat harus bersinergi dalam membangun sektor pariwisata di daerah.

“Program Kementerian Pariwisata untuk merancang pengembangan dan penataan kawasan Togean agar ada sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, lintas sektor, lintas lembaga dengan menggunakan tiga pilar yaitu pemerintah, swasta dan masyarakat melalui pola 3A yaitu atraksi, aksesibilitas dan amenitas,” kata Norma Mardjanu.

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Bintang Delapan