Tuesday, 14 August, 2018 - 17:15

Mendag Soroti Tingginya Harga Telur Ayam

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita saat mengunjungi pedagang beras di Pasar Tradisional Masomba Kota Palu, Senin pagi. (Foto: Pataruddin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyoroti masih tingginya harga telur ayam di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Hal itu dikatakan Enggartiasto Lukita kepada sejumlah wartawan usai meninjau Pasar Inpres Manonda dan Pasar Masomba, Kota Palu, Senin pagi, 11 Juni 2018.

Menurut Enggar, secara umum harga barang kebutuhan pokok di Sulawesi Tengah tidak mengalami kenaikan yang berarti, pasokan lancar dan stok tetap tersedia.

Hanya saja untuk ayam dan telur yang belum stabil. Harga daging ayam cenderung turun dan masih di bawah ketentuan harga eceran tertinggi (HET) Rp30 ribu per kilogram. Harga daging ayam di pasaran kota Palu masih pada level Rp28 ribu per kilogram.

Sedangkan untuk telur, lanjut Enggar belum mengalami penurunan harga antara.

“Memang ada masalah atau kekurangan pasokan dan masih tingginya harga pakan karena masih ada komponen impor,” kata Enggar.

Di pasaran, harga telur ayam berkisar Rp48 ribu sampai Rp49 ribu per rak untuk ukuran besar.

Peninjauan pasar oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita didampingi dua direktur jenderal, Gubernur Sulteng H Longki Djanggola, Sekprov Sulteng Hidayat Lamakarate, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sulteng H Arief Latjuba, Kadivre Bulog Sulteng Khozin, Bank Indonesia, Kapolda Sulteng Brigjen Pol Ermi Widyatno, Walikota Palu Hidayat.

Siap Bantu Rehab Pasar

Masih dalam dialog dengan perwakilan pedagang, Mendag Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan siap membantu rehabilitasi dan perbaikan pasar tradisional di Kota Palu.

“Kami siap membantu rehabilitasi dan perbaikan pasar. Syaratnya lokasi atau tanah pasar milik pemerintah bukan swasta,” kata Enggartiasto Lukita.

Didampingi dua direktur jenderalnya, Enggar menyatakan proses dan pembicaraan tersebut nantinya melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng dan Walikota Palu.

Saat peninjauan pasar, Enggartiasto Lukita sempat melihat-lihat kondisi bangunan pasar.

Begitupula saat dialog dengan perwakilan pedagang pasar, permintaan perbaikan dan rehabilitasi bangunan pasar yang kurang mendapat perhatian.

“Beberapa kali pasar Masomba terbakar tapi setelah itu dibangun kembali oleh masing-masing pedagang,” kata H Nasir.