Friday, 24 November, 2017 - 22:34

Mendikbud Minta Peserta AHB Semangat dan Belajar Sungguh-Sungguh

SERAHKAN KIP - Mendikbud Muhadjir Efendi menyerahkan KIP ke Peserta AHB di halaman Pogombo Palu, Minggu 26 Maret 2017. (Foto : Humas)

Palu, Metrosulawesi.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy bersama Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola menyerahkan, Kartu Indonesia Pintar (KIP) ke peserta Gerakan Kembali Ke Sekolah (GKS) 1.000 Anak Harapan Bangsa (AHB), di Halaman Pogombo Kantor Gubernur Sulteng, Minggu 26 Maret 2017. 

Penyerahan ini dilaksanakan secara simbolis, dengan memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada sepuluh siswa peserta GKS-1.000-AHB yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin serta anak yatim dan atau piatu di Provinsi Sulawesi Tengah.

"Sangat tepat program Provinsi Sulteng ini untuk meningkatkan kapasitas sekolah dan kapasitas anak-anak usia produktif. Khususnya mereka yang tidak berada di sekolah untuk dapat kembali bersekolah, agar ditingkatkan keterampilannya," ungkap Muhadjir.

Muhajir mengingatkan mengenai potensi demografi Indonesia yang perlu dikelola dengan baik. Kemudian, menyampaikan program wajib belajar 12 tahun pentingnya dipersiapkan, untuk daya saing generasi muda dalam menghadapi persaingan global.

"Kalau pendidikan ini kita rancang dan kelola dengan tepat, maka Indonesia dapat menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat dunia di seratus tahun kemerdekaan republik ini,” kata Guru Besar Universitas Negeri Malang itu.

Hadir bersama Mendikbud, Sekretaris Jenderal Didik Suhardi, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad, Staf Khusus Fajar Riza Ul Haq, dan Direktur Pendidikan Khusus Layanan Khusus Sri Renani Pantjastuti. Acara pencanangan GKS-1.000-AHB ini juga dihadiri oleh para Bupati dan Walikota di Provinsi Sulteng.

Muhadjir berpesan kepada Shelomita salah satu siswa penerima KIP, agar siswa ini dapat menjaga semangat dan belajar dengan sungguh-sungguh. Siswi kelas X SMK bidang Pariwisata ini sempat tidak sekolah selama satu tahun, kemudian pihak sekolah memanggilnya untuk menjadi peserta GKS-1.000-AHB dan kembali bersekolah.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.