Saturday, 24 June, 2017 - 08:09

Menengok Warga Binaan Rutan Maesa Menjalankan Ibadah Puasa

Sopian. (Foto : Subandi Arya/ Metrosulawesi)

Sopian: Ramadan Momen Bentuk Mental

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Maesa Palu, Sopian mulai melakukan pembenahan setelah dilantik menggantikan Kepala Rutan sebelumnya Suyono. Sopian yang belum genap sepekan menjabat itu, mulai melakukan pembinaan kepada seluruh warga binaan.

Sopian mengaku, memasuki bulan suci Ramadhan ini, dirinya fokus melakukan pembinaan kepada seluruh warga binaan, terutama pembinaan mental dan spiritual.

“Memasuki bulan Ramadan ini, kita fokus kepada ibadah para warga binaan, terutama bagi mereka warga binaan yang beragama Islam yang menjalankan ibadah puasa,” kata Sopian saat berbincang bersama Metrosulawesi, Senin 6 Juni 2016.

Salahsatu model pembinaan adalah, Rutan akan bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Palu, untuk mengisi ceramah Ramadan menjelang salat tarawih kepada seluruh jemaah warga binaan. 

“Kita akan kerjasama dengan MUI, agar bisa mengirimkan para dainya untuk memberi siraman rohani Ramadan kepada warga binaan,” katanya.

Selain itu, Rutan juga menggelar tadarusan kepada seluruh warga binaan usai salat Zuhur dan Asar.

Mantan Kepala Rutan Kabupaten Garut Jawa barat itu berharap, melalui momen Ramadan ini dapat membentuk mental dan spiritual pada warga binaan, sehingga diharap mereka bisa menjadi lebih baik saat berada didalam tahanan maupun saat kembali ke masyarakat.

Dia juga harap selama bulan Ramadan ini, seluruh warga binaan yang menjalankan ibadah puasa dapat menghatamkan AlQur’an. Namun, selama ramadhan ini, pada waktu-waktu tertentu dimana warga binaan tidak bisa keluar dari tahanan. Seperti waktu Subuh dan selepas salat Isya.

“Kalau salat Shubuh warga binaan di dalam sel masing-masing usai sahur di sel masing-masing karena terbatasnya penjagaan pada dini hari,” jelasnya.

Ia juga sementara merancang bagaimana keluarga warga binaan yang menjenguk saat masuk waktu berbuka puasa, untuk bisa berbuka puasa bersama di ruang besuk. Namun, kondisi ruang besuk Rutan Maesa yang sangat sempit masih belum memungkinkan dilakukan.

“Kita tahu saat Ramadan ini adalah momen-momen keluarga ingin berkumpul bersama, terutama saat berbuka puasa bersama tak terkecuali bagi mereka yang berada di dalam Rutan, untuk itu kita masih lihat dulu kondisi di dalam Rutan, apakah memungkinkan dilakukan kegiatan itu atau tidak, yang pasti saya akan usahakan, sebab, kehadiran keluarga yang membesuk warga binaan dapat memberi kebaikan mental bagi warga binaan itu sendiri,” katanya.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.