Monday, 29 May, 2017 - 00:34

Mengaku Bisa Gandakan Uang Rp2 Miliar, Korban Tertipu Rp40 Juta

DITANGKAP - AH (35), tersangka penipuan dengan modus penggandaan uang ditangkap polisi. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepolisian Resort (Polres) Palu menangkap seorang pria, pelaku penipuan dengan inisial AH (35), dengan modus penggandaan uang di Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Senin 10 April 2017.

Paur Humas Polres Palu, AIPDA I Kadek Aruna dalam siaran persnya, Rabu 12 April 2017 mengatakan, pelaku diamanakan terkait laporan salah satu korbannya yakni seorang ibu rumah tangga berinisial NS (73).

I Kadek Aruna menjelaskan, pada September 2016 lalu, pelaku bertemu dengan korban dan mengatakan bahwa pertemuan tersebut telah diatur secara gaib. Kemudian pelaku mengaku sebagai dukun yang bisa berkomunikasi dengan mahluk halus (Jin).

“Mendengar penjelasan pelaku, korban langsung percaya dan mengajak pelaku ke rumah korban. Sesampainya di rumah korban pelaku mengatakan bahwa dia dapat menggandakan uang dengan catatan korban harus mengikuti syarat yang diajukan pelaku yakni membayar mahar sebesar Rp.110.000, dan harus menyiapkan satu kamar khusus yang berisikan uang Rp 500.000, untuk dilipatgandakan,” jelas Paur Humas Polres Palu.

Uang sejumlah Rp.500.000 tersebut disimpan di sebuah baki (nampan makanan) dan ditutup kain putih dan harus disimpan selama dua minggu, nanti setelah dua minggu baru boleh dibuka.

“Selama dua minggu, AH (pelaku) sering datang ke rumah korban untuk meminta sejumlah uang. AH mengatakan bahwa uang yang ada di dalam baki tersebut berjumlah 1 miliar dan tidak sebanding dengan jumlah uang yang diminta oleh pelaku yakni Rp. 500.000,” jelas Kadek.

Pelaku datang meminta uang dalam sehari bisa sampai tiga kali. Namun, setelah tiba waktu yang telah ditetapkan untuk membuka kamar tersebut, pelaku beralasan bahwa ada orang yang meninggal dan hal tersebut merupakan pantangan.

Kemudian pelaku mengatur kembali waktu untuk membuka kamar tersebut dan selama kurun waktu itu, AH sering datang meminta sejumlah uang, hingga total Rp 20 juta.

Hingga 40 hari lamanya, pelaku juga melarang korban dikarenakan di dalam kamar tersebut sudah ada uang Rp 2 miliar. Namun, seorang anak korban merasa curiga dan memberanikan diri untuk membuka kamar, dan mendapati kamar tersebut kosong termasuk uang sebesar Rp. 500.000 yang disimpan di baki juga tidak ada.

“Merasa telah ditipu, korban pun langsung melaporkan kejadian yang menimpanya ke pihak kepolisian,” tambahanya.

Kapolres Palu AKBP Christ R. Pusung S.I.K mengharapkan masyarakat di Kota Palu ikut berperan aktif membantu pihak kepolisian dalam memberantas pelaku-pelaku kejahatan di kota ini. Apabila mengetahui ataupun melihat adanya tindak pidana agar segera dilaporkan, atau segera informasikan ke kantor Kepolisian terdekat atau bisa langsung ke Polres Palu.


Editor : Syamsu Rizal

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.