Saturday, 19 August, 2017 - 19:24

Mensos Minta Perhatikan Layanan Kesehatan Pasca Banjir Tolitoli

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa beserta rombongan tiba di Kabupaten Tolitoli, Kamis 8 Juni 2017. (Foto : Dok Humas Pemkab)

Tolitoli, Metrosulawesi.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa beserta rombongan tiba di Kabupaten Tolitoli, Kamis 8 Juni 2017.

Mensos meminta pasca bencana agar memperhatikan sarana umum seperti sekolah, layanan kesehatan, dan tempat ibadah. Untuk tempat tandon air bersih juga sudah disediakan sebagai alat untuk membersihkan lumpur yang ada pada masing-masing rumah yang terkena musibah banjir tersebut.

“Sesungguhnya apa yang dihadapi di Kabupaten Tolitoli juga dihadapi di daerah lain yang juga tertimpa musibah seperti di Sulawesi Selatan khususnya di Wajo, Kendari, dan Padang. Semoga dengan ujian ini kita diberikan kebaikan,  kebahagian, keikhlasan, semoga di akhir Ramadhan kita mendapatkan kemenangan,” kata Mensos.

Bupati Tolitoli H Moh Saleh Bantilan mengatakan bahwa bencana yang terjadi di Kecamatan Baolan merupakan bencana yang terparah dibanding bencana yang terjadi di 7 Kecamatan lainnya.

“Bantuan-bantuan yang kita himpun melalui tanggap darurat yang dilakukan oleh Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah, Forkopinda, untuk menangani dan mengatasi semua apa yang terjadi dalam pemberian bantuan dari Pemerintah Daerah maupun relawan pasca banjir tersebut,” ujarnya.

Banjir pada 3 Juni merupakan  banjir  yang  terbesar, dikarenakan air pasang naik sehingga air naik lambat turun atau keluar sehingga mengakibatkan air naik. Oleh karena itu sebagai Pemerintah kabupaten Tolitoli dia mengharapkan kepada Menteri Sosial agar memperhatikan masyarakat yang tertimpa bencana banjir.

“Sehingga dengan kedatangan menteri dapat meringankan beban Pemerintah Daerah untuk mengatasi masyarakat yang tertimpa bencana banjir,” kata Bupati.

Komandan Bencana Tanggap Darurat Kabupaten Tolitoli oleh Wakil Bupati Tolitoli Hi Abdul Rahman Hi Budding mengatakan, penduduk Kabupaten Tolitoli sekitar 230 jiwa dan mempunyai sepuluh kecamatan terendam banjir dan tanah longsor di antaranya kecamatan Dakopemean, Galang, Ogodeide, Lampasio, Dampal Utara, Dondo dan Kecamatan Baolan.

“Sehingga dampak dari semua itu  pipa rusak berat olehnya itu masyarakat masih sangat sulit mendapatkan air bersih yang layak dipakai untuk dikonsumsi, terputusnya jalan dan jembatan. Dengan musibah ini mengakibatkan korban jiwa meninggal dunia berjumlah 5 orang  dan kerugian material yang cukup besar,” katanya.

Upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah saat ini adalah menetapkan status tanggap darurat bencana dan pembentukan Tim Pos Darurat Bencana. Pemda mengkaji cepat kebutuhan dasar korban bencana, pembersihan 39 tim longsor untuk membuka akses transportasi, penyediaan logistik kebutuhan dasar.

Selanjutnya, melakukan pendataan sikap tepat korban banjir, melaksanakan rapat koordinasi dengan Forkopinda yang terkait langkah-langka penanganan bencana, pendistribusian logistik, pengobatan gratis pada korban bencana, penyaluran air bersih, pembersihan lumpur pada ruas jalan utama.

Selain itu, perbaikan pipa PDAM dengan upaya mengatasi pasokan air bersih, pendistribusian tanden air diwilayah kecamatan Baolan, membuka akses jalan yang masih tertimbun material banjir, melaksanakan rapat evaluasi kegiatan setiap malam pada posko tanggap  darurat bencana. (rls)

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.