Thursday, 27 April, 2017 - 05:33

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Mewujudkan Iman dan Taqwa di Kota Palu

Wali Kota Palu Hidayat, M.Si saat menghadiri Workshop Tambahan Jam Belajar Pendidikan Agama Sore Hari untuk Kelas V SD di Aula SMK Negeri 2 Palu, Senin, 13 Januari 2017. (Foto : Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Workshop Tambahan Belajar Pendidikan Agama

Palu, Metrosulawesi.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palu menggelar kegiatan Workshop Tambahan Jam Belajar Pendidikan Agama Sore Hari untuk Kelas V SD di Aula SMK Negeri 2 Palu, Senin, 13 Januari 2017. Kegiatan ini dihadiri langsung Wali Kota Palu Hidayat dan sejumlah pejabat lingkup Disdik Kota Palu, Kepala Sekolah serta sejumlah guru.

Dalam arahannya, Hidayat mengatakan salah satu aspek dari empat tema pembangunan Kota Palu kedepan yakni terwujudnya iman dan taqwa. Hal inilah yang akan diimplementasikan.

“Sehingga dengan jumlah tenaga guru yang saat ini terpilih dan akan disebar ke 160 lebih tingkat SD se Kota Palu, diharapkan aspek iman dan taqwa bisa dibangun kembali di Kota Palu, mulai dari saat ini. Bukan berarti kemarin tidak terbangun, tetapi jika jumlah siswa SD yang ribuan dengan kemampuan Taman Pengajian Anak (TPA) yang ada, maka tentunya mungkin TPA tidak sanggup menampung,” ujarnya.

Kata dia, TPA tetap berjalan namun, mungkin yang lebih dimaksimalkan pemantapan tajwid dan tilawahnya.

“Maka dari itu untuk baca dan menulis Al Qur’an akan diajarkan pada tingkat SD. Sehingga nanti begitu selesai kelas V dan naik kelas VI, program pembelajaran pendidikan agama di sore hari ini akan mengeluarkan sertifikat. Itu sebagai bukti bahwa siswa tersebut telah lulus dan mengikuti pendidikan agama sore hari,” katanya.

Hidayat mengungkapkan agar para orang tua siswa menyimpan dengan baik sertifikat tersebut. Karena ketika lulus SD dan masuk ke jenjang SMP, sertifikat ini yang akan menjadi persyaratan.

“Sertifikat ini mengantisipasi, agar para siswa yang mengikuti pendidikan agama di sore hari  tidak banyak yang bermain. Karena persyaratan masuk ke tingkat SMP harus punya sertifikat itu, sehingga mereka betul-betul serius untuk dipaksa mengikuti pendidikan agama pada sore hari,” ungkapnya.

Hadiyat juga mengharapkan agar lima guru agama yang terpilih mengajar sore hari yakni Islam, Kristen Protestan, Kristen Kotolik, Hindu dan Budha, betul-betul berniat baik, jangan dulu melihat berapa yang akan diberikan oleh pemerintah.

“Tetapi mari kita bangun generasi kita, dengan generasi yang berakhlaq mulia, mempunyai kepribadian yang baik. Karena saat ini, generasi yang saya lihat, semuanya hampir tidak bisa harapkan. Ada anak-anak kita yang sudah menghisap lem fox, dan lain sebagainya. Kemudian banyak orang tua yang tidak mampu melihat anaknya diluar, tidak mempedulikan lagi kelakuan anaknya, baik mereka di kurung dipenjara atau diapakan, sehingga genarasi ini tidak bisa harapkan lagi,” ujarnya.

Hidayat mengatakan sejak dirinya terpilih sebagai Wali Kota Palu, pertema kali yang dipikirkan adalah perbaikan kehidupan sosial masyarakat.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu Ansyar Sutiadi mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk menyamakan presepsi para tenaga pengajar tambahan agama.

“Untuk tanaga pengajar tambahan belajar agama yang akan disebar ke seluruh SD di Kota Palu sebanyak 331 terdiri dari 296 orang untuk agama Islam, 30 agama Kristen Protestan, dua orang Katolik, dua orang Agama Hindu dan satu orang untuk Agama Budha,” ujarnya.

Selain itu, Ansyar juga memberikan penghargaan kepada para penyusun silabus kurikulum tambahan belajar agama, baik agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu dan Budha.

“Semoga kinerja tenaga pengajar ini bisa memebirakan yang terbaik untuk genari anak bangsa kedepan dalam mewujudkan iman dan taqwa,” katanya.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.