Thursday, 20 September, 2018 - 20:10

Minat Baca Warga Palu Minim

Nursalam. (Foto: Moh fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Mulai 2017 hingga saat ini, tingkat minat baca masyarakat Kota Palu mulai minim dibandingkan 2014 dan 2015.  Hal ini tentunya menjadi tantangan Dinas Perpustakaan Kota Palu.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perpustakaan Kota Palu, Nursalam kepada Metro Sulawesi di ruang kerjanya, Rabu, 21 Februari 2018.

Kata Nursalam, ada tiga hal yang mempengaruhi maju atau mundurnya minat baca masyarakat Kota Palu, yakni, pertama dari segi sarana prasarana, kedua, sumber daya munusia (SDM), ketiga dukungan dana.

“Jika dilihat dari infrastruktur, Kantor Dinas Perpustakaan Kota Palu berada di kawasan pasar, jelas ini sangat mempengaruhi minat baca masyarakat. Yang namanya pasar, berarti tempat bertransaksi jual beli. Namun jika di pasar ada perpustakaan, tentunya jauh dengan komunitas pendidikan dan masyarakat. Tujuan masyarakat untuk membaca tentu bisa mundur,” kata Nursalam.

Namun, kata Nursalam, dengan kondisi ini, pihaknya tetap optimis dan tetap memberikan pelayanan yang baik agar minat baca masyarakat semakin meningkat.

“Terkait SDM, perpustakaan maupun kearsipan membutuhkan layanan dan kualifikasi pendidikan secara khusus, baik itu dari segi penataan buku, tata krama, SOP, dan regulasi yang harus dikuasai. Tetapi kita tidak bisa berharap banyak dengan persoalan pengembangan SDM. Namun saya berupaya, potensi yang ada akan kami kembangkan melalui autodidak, diklat secara spesial dari perpustakaan,” ujarnya.

“Olehnya, untuk menarik pembaca, saya mencoba melakukan inovasi. Belum lama ini saya mengundang seluruh staf dan pegawai di perpustakaan untuk membicarakan sebuah konsep atau inovasi pustaka. Pertama yang perlu dilakukan dalam inovasi itu adalah revitalisasi buku. Jadi buku yang sudah kusam, harus di ganti dengan buku-buku yang bertopik, sehingga buku di perpustakaan kita ini semua terbarukan,” jelas Nursalam.
 
Salah satu caranya, kata Nursalam, dengan program Deposit Buku.

“Jadi buku-buku lama ini akan diberikan dan disimpan di Perpustakaan Keliling,” ungkapnya.

“Bahkan rencananya, buku tersebut akan kami berikan pada lembaga tertentu. Misalnya belum lama ini, kami melakukan kerjasama dengan Kepolisian Air, dimana mereka ini meminjam buku di perpustakaan. Jadi nanti kita berikan buku tersebut, namun kurun waktu dua-tiga bulan dikembalikan, baru kami kasih yang baru,” jelasnya.

Inovasi kedua, kata Nursalam, adalah memperbanyak koleksi buku biorama, yang bersentuhan dengan sejarah.

“Misalnya buku tentang pembentukan provinsi kita, bagaimana pembentukan raja-raja kita, serta perlawan kita dengan penjajah, bagaimana lahirnya kota maupun kabupaten dan beberapa pahlawan daerah, termasuk seni budaya, olahraga dan lainnya,” katanya.

Agar para pembaca tidak bosan, Nursalam mengungkapkan pihaknya memiliki ide untuk membuka ruang Home Teater.

“Jadi akan ada sebuah ruangan diperuntukan untuk masyarakat pembaca dengan pemutaran film pendek soal edukasi. Ketika masyarakat itu selesai membaca, kita arahkan ke ruangan khusus untuk menonton film-film edukasi,” ungkapnya.

Kata Nursalam, rencananya Home Teater tersebut akan di lauching pekan ini.

“Yang paling banyak mengunjungi perpustakaan adalah kalangan pelajar, dibandingkan masyarakat pada umumnya,” jelasnya.

Dari data perpustakaan Kota Palu, jumlah pengunjung per hari mencapai 30 orang, sedangkan dalam sebulan bisa mencapai 150 orang. Jumlah anggota dalam setahun mencapai 700 orang lebih.

“Untuk saat ini, perpustakaan Kota Palu belum bisa menerima pembaca, karena buku-buku masih dalam proses stock opname, atau pendataan kembali koleksi buku,” katanya.


Editor: M Yusuf Bj