Tuesday, 25 September, 2018 - 05:29

Minat Pendaftar SMP Labschool Meningkat

H I Nyoman Muliasa. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala SMP Labschool Universitas Tadulako (Untad) Palu H. I Nyoman Muliasa mengungkapkan minat orang tua/wali murid untuk menyekolahkan anaknya di SMP Labschool meningkat tajam. 

“Saya apresiasi keinginan, kemauan orang tua dan para murid belajar di SMP Labschool,” kata I Nyoman, Senin, 9 Juli 2018. 

I Nyoman mengaku, SMP Labschool sebenarnya hanya menginginkan satu kelas saja dibuka dalam pendaftaran tahun ini. 

“Namun kami berusaha untuk menampung keinginan orang tua siswa menyekolahkan anaknya disini, sehingga jumlah siswa yang masuk sebanyak 150 peserta didik, dibagi ke enam rombongan belajar (rombel),” ungkapnya.

Dibanding tahun lalu, kata dia, hanya sekitar 136 peserta didik yang bisa diterima, karena kuota tidak mencukupi.

“Prosesi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah kami melalui seleksi, meluputi tes akademik, setelah itu dilanjutkan wawancara yang dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, kami wawancara langsung dengan anak yang mendaftar, dengan tujuan menggali pengetahuan anak, bakat dan minatnya,” jelasnya. 

“Wawancara tahap dua bersama dengan orang tua murid. Kami meminta gambaran dengan orang tua siswa baru yang mendaftar di sekolah ini tentang kondisi anaknya di rumah. Selain itu bakat dari anak. Jika anaknya diterima, maka kita harus kerjasama, antara orang tua dengan pihak sekolah, sehingga bersama-sama mengembangkan prestasinya,” ujarnya.

I Nyoman mengaku, akan memberikan bekal kepada siswa baru yang berpretasi, dengan mengasah bakat siswa tersebut mengikuti lomba-lomba atau event yang ada.

“Kami juga telah memilah-milah kelas satu dan dua untuk dipersiapkan mengikuti lomba, baik itu O2SN, OSN ataupun FLS2N. Hal ini kami sudah mkaji melalui wawancara serta strategi lainnya,” katanya. 

Dia mengatakan jika ada siswa baru dari SD yang berprestasi, dengan dasar sertifikat, piagam atau cinderamata, maka pihaknya akan memberikan reward (penghargaan) dalam bentuk pembebasan biaya pendidikan.

“Selain itu, kami juga memiliki kebijakan melalui Direktorat Untad, jika ada anak yang masuk di SMP Labschool ekonomi lemah, tetapi anak tersebut memiliki prestasi, maka sama halnya, kita juga berikan kebebasan biaya,” ungkapnya. 

I Nyoman mengaku bersama dewan guru akan meningkatkan kualitas peserta didik, khususnya akhlak. 

“Di SMP Labschool setiap hari pada pukul 07.00-08.00 Wita pagi melaksanakan tadarus Qur’an bagi yang yang muslim. Untuk non muslim, kami telah siapkan tempat, yang dibimbing oleh guru agamanya masing-masing. Selain itu, seminggu sekali di sekolah kami khusus muslim, mengikuti dzikir akbar bersama,” tambahnya.

Kata dia, tahun ini SMP Labschool juga telah berhasil memperoleh nilai tertinggi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), masuk peringkat kedua se-Kota Palu. 

“Ini patut kami apresiasi, dan pretasi ini kedepan akan kami pertahankan sesuai komitmen bersama dewan guru,” ungkapnya.  

 

Editor: M Yusuf Bj