Saturday, 23 June, 2018 - 01:13

Miris, Miliki Jurusan Hebat, Kondisi Bangunan SMKN 8 Palu Memprihatinkan

MEMPRIHATINKAN - Kondisi ruangan kelas SMKN 8 Palu yang begitu memprihatinkan, Kamis, 8 Maret 2018. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kondisi gedung SMK Negeri 8 Palu tampak tak terurus dan memprihatinkan. Pasalnya, hingga saat ini, gedung yang dibangun oleh Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah belum jelas statusnya, disebabkan  persoalan administrasi  Palu City Square, pemilik yang bangunan dengan Pemda Sulteng yang belum selesai.

Demikian dikatakan Kepala SMKN 8 Palu Djalal Nani kepada Metrosulawesi, di ruang kerjanya, Kamis, 8 Maret 2018.

Olehnya itu, kata Djalal, karena penyerahan bangunan belum jelas, pihaknya kesulitan mengetahui apakah bangunan sekolah yang dipimpinnya milik pemerintah atau Palu City Square.

“Jadi pada prinsipnya kami disini menumpang, karena bangunan ini administrasinya belum diselesaikan. Maka dari itu, kami hanya pegawai biasa disuruh untuk menempati gedung ini, tentunya kami tempati. Tetapi menyangkut masalah administrasi bangunan ini memang belum diselesaikan oleh Pemda,” ujarnya.
 
Djalal mengaku sarana dan prasarana di sekolahnya sangat memprihatinkan, karena bantuan dari pemerintah belum ada.

“Tetapi saya melakukan upaya dengan melakukan beberapa trobosan, mengirim proposal ke pusat maupun ke Disdikbud Sulteng, tetapi hingga saat ini belum ada jawaban dari pemerintah terkait proposal bantuan ke SMKN 8 Palu,” katanya.

Djalal juga mengaku, sangat prihatin dengan pembinaan karakter para siswa di SMKN 8 Palu, karena tidak memilik tempat atau masjid untuk salat berjamaah di sekolah.

“Saya sangat prihatin dengan siswa yang bergantian salat hingga dua kali di dalam satu ruangan yang begitu kecil. Bahkan saya melihat ada siswa yang mengambil air wudhu, namun tidak jadi salat, karena tempat yang tidak memungkinkan untuk mereka salat berjamaah,” tuturnya.

Selain itu, kata Djalal, sekolahnya pun tidak memiliki lapangan upacara.

“Jika pelaksanaan upacara, kaki siswa sebelah tinggi dan rendah, karena tekstur tanahnya yang tidak rata,” katanya.

“Kemudian juga ruangan kelas belajar mengajar masih sangat kurang. Saat ini, sekolah kami mempunyai enam ruangan, namun ruangan itu tidak mampu menampung 221 siswa. Olehnya itu sekolah mengantisipasinya dengan mempetak-petakan kelas, maka dalam satu kelas, ada dua ruangan denganb skat menggunakan tripleks,” ujarnya.

Djalal mengatakan kondisi tersebut sangat mengganggu konsentrasi siswa, karena dalam satu ruangan, siswa saling berdekatan.

“Ketika proses belajar mengajar belangsung, di sebelah ribut, kemudian di sebelahnya tenang, tentunya ini bisa kacau. Sebagian siswa mengeluh, namun pihak sekolah tetap memberikan semangat, karena jurusan yang ada di SMKN 8 Palu sangat langkah, diantaranya adalah Teknik Alat Berat, Geologi Pertambangan, Kimia Industri dan Kehutanan,” katanya.

Djalal mengugnkapkan jurusan tersebut dapat memberikan siswa pekerjaan dengan mudah, karena sejumlah perusahaan membutuhkan siswa yang mahir dalam jurusan tersebut.

Djalal mengatakan tahun ini, pihaknya berupaya agar para siswa bisa salat berjamaah dengan membangun masjid di sekolah.

“Saya menggunakan dana pribadi serta bantuan dari orang tua dan guru, untuk membangun masjid di sekolah, agar para siswa terbentuk karakternya, khususnya bagi yang beragama Islam. Saat ini masjid dalam proses pembangunan, namun untuk kelanjutanya, masih belum tahu, karena dana masih sangat terbatas. Olehnya itu, kami berharap pemerintah bisa memperhatikan SMKN 8 Palu,” harapnya.

Pantauan Metrosulawesi, kondisi bagunan SMKN 8 Palu memprihatinkan. Tampak sekat tripleks pada beberapa ruangan mulai rusak dan berlobang. Begitu pun plafon di luar kelas yang juga sudah mulai rusak. Pihak sekolah sering kecurian kursi dan meja karena ruangan kelas yang tidak memiliki pintu.


Editor: M Yusuf Bj