Thursday, 16 August, 2018 - 19:59

Miris, SPBU Towua Jual Premium Bersubsidi Hingga Lima Jerigen

Salah seorang warga membawa jerigen bahan bakar jenis premium bersubsidi. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) jalan Towua Palu masih memperjual belikan bahan bakar jenis premium bersubsidi kepada warga dengan menggunakan jergen. 

Salah satu karyawan SPBU yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahan bakar premium bersubsidi tersebut diperuntukan bagi masyarakat desa. Warga dalam Kota Palu hanya menerima sebagian saja. 

“Itu hanya warga kampung saja, karena di kampung SPBU sangat jauh, maka kami membuka untuk jenis premium.  Warga yang datang membeli kemari rata-rata orang dari Kulawi, Pakuli dan Napu,” katanya, Selasa, 7 agustus 2018 

Dia mengungkapkan, warga yang datang membeli premium bersubsidi di SPBU ini seharusnya memakai surat rekomendasi. SPBU ini pun tetap melayani kendaraan lain yang ingin mengisi bahan bakar di SPBU tersebut. 

“Terakhir ini sudah tidak lagi melayani, karena harus melalui persetujuan dari pihak SPBU. Kita sebenarnya tidak mau layani yang seperti begitu,  hanya mau dia apa, mereka juga warga yang harus perlu dilayani. Apalagi mereka dari kampung,” ungkapnya.

Menurutnya, warga yang mengisi di SPBU tersebut kebanyakan berprofesi sebagai sopir, yang hanya dititipkan jerigen oleh warga desa untuk membeli premium  di Kota Palu, lalu dijual kembali di desa mereka. 

“Sekarang SPBU tak lagi memperjual belikan bahan bakar jenis solar. Biasa mereka membawa kemari empat sampai lima jerigen, dan rata-rata mengisi sekitar Rp 215 sampai Rp220 ribu rupiah. Kebetulan ada imbauan dari biro penjualan bahan bakar. Solar kita sudah tidak jual,” katanya. 

Dari pantauan Metrosulawesi, terlihat bebearapa kendaraan mengisi bahan bakar jenis premium menggunakan jerigen. Kini, harga premium subsidi dibandrol Rp6.450 per liter.   

 

Editor: M Yusuf Bj