Sunday, 22 April, 2018 - 01:27

Motivasi Masyarakat Parimo Lewat Gebyar PAUD

GEBYAR PAUD - Anak yang mengikuti Gebyar PAUD di Parimo, Senin 4 Desember 2017. (Foto : Zoel Fahry/ Metrosulawesi)

Parimo, Metrosulawesi.com - Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diselenggarakan dengan tujuan untuk memotivasi masyarakat, orang tua, dan pemangku kepentingan, serta mensosialisasikan tentang pentingnya pendidikan anak usia dini.
 
Hal itu dikemukakan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Adrudin Nur dalam sambutannya pada kegiatan Gebyar PAUD dan Launching Pendidikan Inklusif yang diselenggarakan di halaman kantor Bupati Parimo, Senin 4 Desember 2017.

Dia mengatakan, sasaran dari kegiatan tersebut ialah peserta didik, pendidik, organisasi mitra, serta pengambil kebijakan di tingkat Kabupaten Parimo.

“Sebelumnya gebyar PAUD dilaksanakan terlebih dulu dilaksanakan penilaian lomba, sebagai bentuk motivasi peserta didik, dan gurunya, serta seluruh pemangku kepentingan Pendidikan Anak Usia Dini,” tuturnya.

Ia menambahkan, sejalan dengan PAUD, pendidikan inklusif merupakan cara pandang pendidikan yang terbuka, dan menghargai hak asasi manusia.

"Hal ini menyebabkan meningkatnya penghargaan, dan pengakuan terhadap keberagaman atau perbedaan. Sebagai realisasi dalam pandangan seperti itu, dalam bidang pendidikan, muncul gagasan bahwa pendidikan itu hak semua orang, atau pendidikan itu untuk semua," terang Adrudin.

Bupati Parimo Samsurizal Tombolotutu, dalam sambutannya mengatakan bahwa pendidikan PAUD merupakan pondasi dasar terhadap anak-anak, khususnya anak usia dini. Sehingga, kata dia perlu dibuatkan pondasi yang kuat, sinergitas antara orang tua, guru, serta pemerintah dan lingkungan.

"Karena kita ketahui bersama, bahwa pembentukan karakter anak-anak ini, harus diawali sedini mungkin," ujar bupati.

Ia juga mengatakan, bahwa program pemerintah untuk menjadikan pendidikan usia dini menjadi program yang holistik, dan memiliki integratif. PAUD kata dia memikiki empat tujuan khusus yaitu, pemenuhan kebutuhan esensial anak usia dini yang utuh meliputi kesehatan, pemenuhan gizi, rangsangan pendidikan, yang pada dasarnya adalah pembentukan mental.

“Memberikan perlindungan anak terhadap segala bentuk kekerasan, serta terselenggaranya pelayanan anak usia dini secara terintegrasi, selaras, antar lembaga pelayanan terkait, sesuai kondisi wilayah masing-masing, dan terwujudnya komitmen segala unsur terkait, yaitu orangtua, masyarakat, dan pemerintah khususnya guru yang langsung membina para anak usia dini ini," tuturnya.


Editor : Syamsu Rizal