Thursday, 21 September, 2017 - 04:15

MTP Mulai Ditinggal Pelaku Usaha

SEBAGIAN TUTUP - Tampak sejumlah los dan outlet di lantai tiga Mal Tatura Palu sepi aktivitas, bahkan sebagian besar telah tutup ditinggal pemilik usaha, Kamis 4 Mei 2017. (Foto : Tahmiol Burhanudin/ Metrosulawesi)

Karman: Selesai Lebaran Akan Direnovasi

Palu, Metrosulawesi.com - Sepi, begitu kesan ketika berada di lokasi Foodcourt pusat kuliner di lantai tiga Mal Tatura Palu (MTP). Hanya tersisa tiga outlet atau depot kuliner yang masih aktif berjualan di sana, sisanya deretan outlet serta kaca etalase kosong yang masih terpajang.

Sebelumnya, area tersebut oleh pihak pengelola dikhususkan bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM), nama areanya pun waktu itu sengaja dinamakan Foodcourt, sebagai simbol bahwa area tersebut khusus untuk pelaku usaha kuliner yang menyediakan berbagai jajanan untuk pengunjung mal yang terletak di Jalan Wolter Monginsidi, Palu itu.

Namun kemudian lokasi tersebut ditinggal pergi oleh para pelaku usaha kuliner, alasannya karena sepi pengunjung. Agar area tersebut tetap ramai, pihak pengelola mal juga memberikan kesempatan kepada para pelaku UKM untuk membuka stand di sana dengan tidak dipungut biaya selama tiga bulan.

Namun karena sepi, para pelaku usaha itu juga perlahan angkat kaki dari mal yang sudah berusia sebelas tahun itu.

“Hanya sebentar mereka jualan, ada yang jualan bawang goreng dan lain-lain. Mungkin karena sepi mereka sudah tidak muncul lagi, karena mereka pikir rugi juga kalau nantinya sepi terus harus nyewa karena batasnya waktu itu cuma tiga bulan saja gratis,” ungkap sumber Metrosulawesi saat ditemui di lantai tiga Mal Tatura Palu, Kamis 4 Mei 2017.

Salah satu pihak pengelola usaha kuliner yang masih bertahan di sana juga mengakui hal itu.

“Sebenarnya tidak terlalu sepi juga, kalau kita jaga ya ada juga yang datang. Saya sudah jualan selama satu tahun di sini,” ujar Nur, pegawai salah satu usaha kuliner yang masih bertahan di sana.

Tiga depot yang ada di sana tampak menyatu di sudut kanan ketika masuk pintu area Foodcourt, sementara di sudut lain semuanya tampak sepi aktivitas.

Menurut sumber yang ditemui Metrosulawesi di sana, sejumlah pelaku usaha yang sebelumnya berniaga di Foodcourt MTP memilih pindah ke mal yang lebih ramai.

“Katanya karena di mal PGM (Palu Grand Mall) itu lebih ramai makanya mereka pindah ke sana, jadi sudah tidak jualan lagi di sini,” kata sumber itu.

Tidak hanya di area Foodcourt, sejumlah los yang sebelumnya terisi oleh pengusaha penjualan alat-alat elektronik di lantai tersebut juga terlihat mulai ditinggal pemiliknya. Pantauan Metrosulawesi, ada sejumlah los yang tutup saat jam operasional mal, siang kemarin.

Sejumlah sumber yang ditanyai mengatakan pemilik los yang rata-rata pengusaha alat elektronik itu sudah tidak berjualan sejak beberapa waktu lalu.

Selain itu, los-los di area luar bangunan utama mal juga banyak yang tampak tidak ada aktivitas, banyak yang sudah tertutup pada jam operasional mal.

Pihak pengelola mal mengakui bahwa MTP memang perlu penanganan agar kembali ramai dikunjungi seperti saat pertama kali hadir.

Direktur Utama Citra Nuansa Elok (pengelola MTP) Karman Karim mengakui bahwa mal milik pemerintah Kota Palu itu memang perlu penanganan khusus.

Ia menyebut akan ada upaya renovasi secara besar-besaran dilakukan untuk membuat MTP kembali ramai.

“Selesai Lebaran memang semuanya akan diubah secara keseluruhan lantai per lantai, karena MTP sudah 11 tahun umurnya jadi perlu penanganan khusus. Dan soal PGM lebih ramai dari Mal Tatura pasti benar karena PGM jauh lebih besar dan di sana ada bioskop XXI,” kata Karman saat dikonfirmasi.

Mengenai sepinya Foodcourt di lantai tiga Mall Tatura Palu akibat ditinggal pelaku usaha di sana dan memilih PGM yang lebih ramai, Karman Karim yang juga merupakan pemilik PGM itu menyebut pihaknya tidak mengijinkan pengusaha yang sudah membuka stand atau outlet di MTP pindah ke PGM.

“Mengenai apakah ada yang pindah ke PGM, kalau saya tahu dia mau pindah kemudian tutup di Tatura (MTP,red) biasanya saya tidak kasi di PGM, tapi kadang ada yang buka dua dua, kemudian suatu waktu dia tutup di Tatura pasti saya tidak bisa larang,” ujarnya.

“Insya Allah selesai Lebaran, Ramayana akan renovasi besar untuk mempercantik tempatnya agar lebih menarik dan supermarketnya akan diturunkan ke lantai dasar,” tandasnya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.