Friday, 21 July, 2017 - 18:56

MUI Morowali: Haram Konsumsi Daging Penyu Laut

CERAMAH - Ketua MUI H Mauluddin saat memberikan ceramah di masjid di Desa Bete-Bete,Kamis 15 Juni 2017. (Foto : Murad Mangge/ Metrosulawesi)

Bungku, Metrosulawesi.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Morowali mengimbau ummat Islam agar tidak mengkonsumsi daging hewan penyu laut. MUI Morowali telah mengeluarkan fatwa bahwa daging hewan tersebut haram dikonsumsi.

Hal tersebut disampaikan Ketua MUI Kabupaten Morowali H Mauluddin pada malam Safari Ramadan yang digelar manajemen PT IMIP di wilayah lingkar tambang di Desa Bete-Bete, Kecamatan Bahodopi, Kamis 15 Juni 2017.

Mauluddin mengatakan, fatwa yang sudah dikeluarkan MUI Kabupaten Morowali, sebelum menjadi putusan yang bersifat mengikat serta wajib untuk dipatuhi, juga sudah dilakukan kajian sesuai kaidah-kaidah dalam agama.

"Kalau memang warga daerah Morowali terbiasa mengkonsumsi daging penyu laut atau kerap disebut dalam bahasa daerah tuturuga, supaya hentikan karena haram hukumnya," ucap Mauluddin di hadapan jamaah masjid.

Selain haram, menurut agama, kata Mauluddin hewan ampibi ini dilarang diambil. Sebab penyu merupakan salah satu habitat laut yang dilindungi pemerintah dan bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi hukum pidana.

"Kalau daging hewan laut yang saya maksud ini saudara-saudara konsumsi maka selama 40 hari siang dan malam, amal ibadah Anda tidak akan diterima oleh Allah SWT," ucap Ketua MUI Kabupaten Morowali.

Pada kesempatan itu seorang perwakilan manajemen PT IMIP-MSS mengatakan, perusahaan sekarang ini telah memiliki karyawan yang mencapai ribuan dan sudah bisa diprediksi ke depan jumlah karyawan akan bertambah lebih banyak lagi.

"Terlihat wilayah Kecamatan Bahodopi kini sudah mulai menjadi satu kawasan produktif untuk aktivitas perekonomian warga. Ini mungkin salah satu efek yang muncul karena adanya perusahaan," ujar perwakilan manajemen PT IMIP-MSS.

Olehnya itu, semua pasti inginkan segala rutinitas yang kini sudah mulai membawa beberapa sektor perubahan di Kecamatan Bahodopi, manajemen mengajak semua warga di kawasan lingkar tambang untuk bersama-sama memelihara hal tersebut. Setelah shalat tarawih juga dilakukan penyerahan bingkisan dari PT IMIP ke pengurus masjid Desa Betebete.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Berita Terkait