Thursday, 30 March, 2017 - 14:58

Musda Golkar Sulteng ke-9 Prioritaskan Kader Muda

BUKA MUSDA - Ketua Umum DPP Golkar Freddy Latumahina disaksikan Plt Ketua Partai Golkar Sulteng, Muhidin Said (kedua dari kanan) dan Yus Mangun memukul gong pertanda Musda ke-9 Golkar Sulteng dibuka, Minggu 13 November 2016. (Foto : M Yusuf BJ/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - DPD 1 Partai Golkar Sulawesi Tengah, Minggu, 13 November 2016 menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-9. Musda yang dihadiri Ketua Umum DPP Golkar Freddy Latumahina dan Ketua Pemenangan Pemilu DPP Golkar Wilayah Sulawesi, Hamka ini akan memilih ketua periode 2014-2019.

Plt Ketua Partai Golkar Sulteng, Muhidin Said, dalam sambutannya mengatakan Musda Golkar ke-9 kali ini diharapkan dapat membangkitkan dan menggairahkan Golkar pada ajang pilkada dan pilpres 2019.

“Kami berterima kasih kepada pengurus Golkar kabupaten dan kota yang telah menggelar musda di wilayahnya masing-masing. Kepada pengurus lama kami haturkan terimakasih, dan kepada pengurus baru agar bisa membangkitkan dan memajukan Golkar di daerahnya masing-masing. Dengan kesolidasi, pilkada 2017 dan pilkada serta pilres 2019 Golkar dapat jaya kembali,” kata Muhidin.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Golkar Freddy Latumahina yang didaulat membuka Musda ke 9 DPD 1 Golkar Sulteng ini dalam sambutannya mengatakan Musda Golkar Sulteng adalah musyawarah daerah ke-9 yang digelar oleh Partai Golkar.

“Dalam agenda konsolidasi Partai Golkar, kami menargetkan November, musda DPD 1 Provinsi dan DPD 2 tingkat Kabupaten Kota selesai dilaksanakan. Dan pada Desember seluruh kecamatan juga diharapkan telah selesai menggelar musda. Ini merupakan konsolidasi vertikal Partai Golkar. Ini harus kita genjot mengingat pilkada 2017 dan pilkada pilpres di 2019. Dari 101 daerah di Indonesia, Partai Golkar menargetkan 60 persen kemenangan pilkada,” katanya.
 
Freddy mengungkapkan dalam kepemimpinan Setya Novanto, Partai Golkar diarahkan untuk memperkuat konsolidasi politik hingga ke tingkat desa.

“Golkar ditargetkan meraih 120 kursi DPR RI dalam pileg 2019. Karena dengan begitu, Golkar dapat ikut mempengaruhi kebijakan publik tingkat nasional. Golkar Sulteng juga harus memiliki target itu,” tegasnya.

“Hal itu dapat tercapai jika tercipta konsolidasi vertikal partai yang baik. Jika Juli 2019 dilaksanakan pileg, maka pelantikan anggota DPR RI 1 Oktober 2019, kemudian 10 Oktober pelantikan Presiden RI terpilih, maka Desember 2019 Munas Partai Golkar harus dilaksanakan,” katanya.

Freddy mengatakan Partai Golkar sangat mengedepankan konsolidasi politik vertikal, dari tingkat desa hingga pusat.

“Ini agar marwah partai yang sebelumnya tenggelam kembali bangkit. Dukungan Partai Golkar terhadap pemerintahan Jokowi-JK terus dikedepankan oleh Partai Golkar,” katanya.

“Jika konsolidasi vertikal itu sehat, sangat memungkinkan kawan-kawan lama Golkar yang telah duduk di partai lain dapat kembali,” kata Freddy sambil memandang ke arah Gubernur Sulteng, Longki Djanggola yang sempat hadir dalam acara tersebut.

Kata dia, sudah saatnya Partai Golkar melakukan peremajaan pengurus untuk meningkatkan kinerja partai.

“Dalam Rapimnas Partai Golkar Juli 2016, seluruh peserta menilai kepemimpinan desa kelurahan hingga pusat memerlukan peremajaan. Kepemimpinan Partai Golkar di Indonesia saat ini adalah generasi kedua Partai Golkar. Ini menunjukkan peremajaan kepemimpinan sangat penting untuk segera dilakukan untuk membangun kinerja partai lebih baik,” ungkapnya.
 
Dikatakan, Golkar akan memprioritaskan generasi muda.

“Musda sekarang diharapkan dapat memilih generasi baru yang muda. Pada 2019 harus terjadi pergantian generasi di tubuh Partai Golkar. Regenerasi adalah hal yang tidak bisa dihindari. Generasi lampau tidak akan terlupakan. Setiap masa ada orang, dan setiap orang ada masanya,” tegasnya.

Freddy berharap musda Golkar Sulteng ke 9 dapat terlaksana dengan baik.

“Musyawarah mufakat harus dikedepankan. Perbedaan hal biasa, musyawarah mufakat adalah jalan yang tepat. Selamat melakukan musda. Terimakasih kepada Gubernur yg telah memberikan perhatiannya,” katanya.

Acara ini juga dihadiri beberapa perwakilan partai politik, diantaranya Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Partai Demokrat. Selain itu, para senior partai Golkar Sulteng pun tampak hadir diantaranya Prof. Aminuddin Ponulele, Rusdi Mastura, dan Arus Abdul Karim. Tampak hadir juga Anggota DPD RI, Hj. Nurmawati Bantilan.

Cudi: Saya Pilih Arus

Sepuh Partai Golkar Sulawesi Tengah Rusdi Mastura mengatakan regenerasi dalam Partai Golkar Sulteng sudah saatnya dilaksanakan. Meskipun dirinya maju sebagai salah satu kandidat ketua, namun dirinya akan legowo mengusung anak muda untuk memimpin Golkar Sulteng.

“Saya melihat besar semangat anak muda kader partai untuk mempimpin Golkar Sulteng. kenapa tidak saya dukung. Saya harus legowo dengan itu. Ada Arus Abdul Karim, ada Yus Mangun ini merupakan kader muda partai yang patut diperhitungkan untuk memimpin Golkar Sulteng,” katanya.

Menurutnya, regenerasi kepemimpinan di Golkar Sulteng sangat penting untuk segera dilakukan.

“Sudah saatnya regenerasi kepemimpinan Golkar Sulteng sekarang. Saya juga sudah 67 tahun, saya harus memberikan kesempatan kepada adik-adik. Saya ngotot sebelumnya untuk pimpin Golkar Sulteng, hal itu untuk mendobrak agar anak-anak muda bersemangat juga untuk pimpin Golkar di Sulawesi Tengah,” katanya.

Kata dia, dirinya pasti mendukung Arus Abdul Karim sebagai kader muda untuk pimpin Golkar Sulteng.

“Banyak faktor kenapa harus Arus pimpin Golkar Sulteng. Arus memiliki segalanya untuk pimpin Golkar Sulteng, dia punya kesempatan, dia punya uang, dan dia yang belum pernah memegang jabatan di Sulawesi Tengah. Apalagi dia sekarang Ketua KADIN Sulteng. Jadi pantas kalau Arus Abdul Karim kami dorong sebagai Ketua Golkar Sulteng,” katanya.

“Janganlah orang yang sudah ada jabatannya, segala macam jabatan sudah dijabatnya, kembali pimpin Golkar Sulteng. Beri kesempatan kepada anak-anak muda yang merupakan kader partai,” katanya.
 
Sosok yang akrab disapa Cudi ini berharap kedepannya, Golkar Sulawesi Tengah dapat lebih maju.

“Asal konsolidasi baik dan tertata bagus, dengan program-program yang mumpuni, Golkar akan jaya di Sulawesi Tengah. Golkar ini masih disayang rakyat, kalau bisa menjalankan program. Bukan kemauan diri sendiri, tapi untuk kepentingan organisasi Golkar. Dengan anak muda yang kuat, Golkar Sulteng dapat lebih maju,” katanya.

Dukungan terhadap Arus memang menguat, informasi yang diperoleh Metrosulawesi pada  Minggu 13 November 2016 malam, telah terjadi lobi siapa yang bakal memimpin partai itu sangat kencang.

Di salah satu restoran di Jalan Thamrin, telah berkumpul seluruh ketua DPD Partai Golkar se Sulawesi Tengah. Turut hadir pula Plt Ketua DPD Partai Golkar Sulteng, Muhidin M. Said dan Ketua Harian Rusdy Mastura.

Dalam pertemuan itu, semuanya menyatakan mendukung HM. Arus Abdul Karim untuk memimpin Partai Golkar Sulteng. Bukti dukungannya, mereka bersalaman sembari mengangkat tangan dan mengenakan kaos kampanye bertuliskan "Saya Ikut Arus".

"Musda belum dimulai, tapi ketuanya telah terpilih," seloroh Hasyim Hadado, ketua Bidang Kepartaian Partai Golkar Sulteng.

Bahkan, kata Hasyim Hadado, pihaknya akan berupaya agar M. Arus Abdul Karim dapat dipilih secara aklamasi pada Musda nanti.

Sementara itu, tim Ikut Arus Saja, Amran Bakir Nai mengatakan, pihaknya telah menerima 13 surat dukungan dari DPD Partai Golkar se Sulteng.

"Hingga Minggu siang, dukungan ke Pak M. Arus Abdul Karim sudah final," ujarnya.

Ketua Perempuan Partai Golkar Sulteng, Erni Yusnita mengakui telah menyerahkan surat dukungan secara tertulis kepada M. Arus Abdul Karim.

"KPPG mendukung Pak Arus," ujarnya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.