Thursday, 23 November, 2017 - 06:14

Musibah di Tanah Suci

Masjidil Haram sedang dibangun untuk perluasan demi kenyamanan jemaah. (Foto : Reuters/Ali Al Qarni)

 

PBNU Imbau Salat Gaib

Jakarta, Metrosulawesi.com - Gelombang belasungkawa menyusul insiden jatuhnya crane di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, terus berdatangan, termasuk dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin.

Ma'ruf juga mengajak umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan salat gaib untuk saudara Muslim yang wafat di Tanah Suci akibat insiden yang terjadi Jumat lalu (11/9/2015).

"Salat janazah hukumnya fardhu kifayah, yang diwajibkan kepada seluruh umat Islam dengan prinsip ketewakilan. Salat gaib hukumnya sah sebagaimana shalat janazah," ujar Ma'ruf seperti dilansir CNN Indonesia dari laman www.nu.or.id hari ini, Sabtu (12/9/2015).

Secara khusus Ma'ruf mengajak para pimpinan pesantren serta lembaga-lembaga lain untuk juga melaksanakan salat gaib serta tahlil dan istighotsah yang bertujuan untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT agar arwah korban yang wafat diampuni oleh Allah SWT.

Untuk para jemaah haji yang sedang persiapan manasik haji juga agar diberi kekuatan lahir batin, para pelayan tamu-tamu Allah SWT diberikan kekuatan untuk menyiapkan, memfasilitasi, dan melayani segala kebutuhan hingga dapat telaksana dengan baik," ujar Ma'ruf.

Ma'ruf juga menyampaikan belasungkawa atas insiden yang menyebabkan lebih dari 100 orang meninggal dan 230-an orang luka-luka.

"PBNU menyampaikan belasungkawa untuk korban semoga mereka termasuk dalam orang yang mati syahid, keluarganya diberikan kekuatan, keikhlasan, dan ketegaran untuk menerima ujian ini," kata Ma'ruf.

Terkait insiden tersebut, Gubernur Mekkah dan Penjaga Dua Masjid Suci, Pangeran Khaled Al-Faisal, menginstruksikan penyelidikan. (ant/cnn)

Crane Jatuh Berkapasitas 1.000 Ton

Publik dunia dikejutkan dengan musibah jatuhnya alat berat di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, pada Jumat (11/9/2015). Setidaknya 107 orang meninggal dunia dan melukai ratusan lainnya. Ketika insiden terjadi, alat berat dengan kapasitas lebih dari 1.000 ton tersebut menimpa dua lantai sekaligus masjid terbesar di dunia itu.

Sekretaris Perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk Antonius Nugroho menyebutkan, informasi yang dia terima dari Kepala Cabang Waskita Karya di Jeddah, Nurandono, crane tersebut jatuh berdebum dan menghantam hingga lantai 3 masjid terbesar di dunia itu.

Dalam keterangan itu disebutkan insiden jatuhnya crane diduga disebabkan oleh cuaca ekstrem di Mekkah, dengan angin kencang, turunnya hujan deras selama 17 jam disertai butiran es dan angin yang masih berlangsung hingga salat Maghrib berlangsung.

"Pada saat salat Maghrib, tiba-tiba mobile crane milik kontraktor utama proyek perluasan Masjidil Haram, Saudi Bin Laden Group ambruk mengenai atap Sai hingga tembus dua lantai, sampai lantai 3," kata Antonius seperti dikutip CNN Indonesia, Sabtu (12/9/2015).

"Mamoth (merek crane) ambruk di antara 2 tower crane yang berada di atap Sai. Semua karyawan dan pekerja Waskita selamat," kata Nurandono.

Menurut Antonius, crane yang bermerk Mamoth dan berkapasitas 1.300 ton itu merupakan crane terbesar kedua di dunia. 

Sementara, Antonius memaparkan bahwa Waskita Karya kini masih terlibat dalam proyek perluasan Masjidil Haram, sebagai subkontraktor penyuplai beton untuk pembuatan kolom dan balok. Aktivitas fabrikasi pembesian kolom untuk Masjid Haram dikerjakan di workshop berlokasi 10 kilometer dari proyek masjid.

"Sebanyak 60 pekerja dan 6 karyawan khusus untuk masjid semua dinyatakan selamat. Pekerjaan ditempat ambruk sudah selesai dan tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan Waskita," kata Antonius. (cnn)

Kemenag Beri Santunan Rp37 Juta

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama Abdul Jamil mengatakan pemerintah segera menyalurkan dana santunan untuk keluarga korban jemaah haji yang meninggal dunia akibat kecelakaan crane di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Jumat  (11/9/2015) lalu.

“Asuransi, setiap jemaah haji yang meninggal akan mendapat Rp 37 juta. Dana yang ini akan kami salurkan secepatnya," kata Abdul saat berbincang pada CNN Indonesia, Jakarta, Sabtu (12/9/2015).

Abdul mengatakan, dana ini akan disalurkan segera setelah urusan hal administrasi dirampungkan. Abdul mengatakan, keluarga korban di Indonesia yang ingin mencari informasi soal kondisi jemaah haji dapat menghubungi call centre di 966543603154. 

"Kami tak membuka posko, karena kami sudah buka (call) line di Mekkah," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan pernyataan yang dilansir situs Kementerian Agama, korban luka yang mengalami cacat fisik juga akan diberi santunan sesuai ketentuan asuransi yang melekat pada para jemaah haji. 

“Mudah-mudahan mereka segera pulih kembali kesehatannya.”

Saat ini, para korban jatuhnya crane tersebut sudah dilarikan ke rumah sakit. 

“Pemerintah Saudi Arabia telah dengan seksama melakukan tindakan pengobatan dengan membawa para korban ke sejumlah rumah sakit. Kita melihat di RS Annoor sudah ditangani para tenaga medis yang professional,” demikian pernyataan resmi Kementerian Agama. (cnn)

Kemenag Diminta Lakukan Langkah Antisipasi Musibah Badai

Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay meminta Kementerian Agama untuk melakukan langkah-langkah antisipasi yang diperlukan dalam melindungi para jamaah calon haji dari musibah akibat perubahan cuaca ekstrem di Arab Saudi.

"Salah satu hal yang bisa perlu dilakukan adalah dengan menyebarkan informasi tentang prakiraan cuaca di Mekah dan Madinah di setiap pemondokan yang ada," kata Saleh Partaonan Daulay melalui pesan singkat diterima di Jakarta, Sabtu (12/9/2015).

Dengan menyebarkan informasi prakiraan cuaca, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu berharap para jamaah calon haji bisa menjaga diri masing-masing dan tidak terjebak dengan musibah badai gurun seperti yang terjadi pada Jumat (11/9/2015) malam.

Saleh mengatakan Komisi VIII menyampaikan ucapan bela sungkawa dan turut berduka cita yang sangat mendalam atas musibah yang menimpa sebagian jamaah haji Indonesia di Masjidil Haram.

Saleh meminta jamaah calon haji yang menjadi korban badai gurun di Arab Saudi segera ditangani dan keluarga di tanah air segera diinformasikan.

"Sejak mengetahui musibah ini sekitar pukul 21.30 Jumat (11/9/2015) malam kami langsung melakukan koordinasi dengan kawan-kawan yang berada di Mekkah," katanya.

Saleh mengatakan badai gurun tersebut merupakan musibah yang tidak diduga dan di luar perkiraan otoritas Masjidil Haram. 

"Menurut informasi teman-teman yang ada di Saudi, badai itu datang begitu cepat dan tidak diperkirakan sebelumnya," ujarnya. (ant)

Musibah Selama Ibadah Haji di Saudi dalam 25 Tahun

Jatuhnya alat berat atau crane yang menghantam Masjidil Haram pada Jumat (11/9/2015) mengejutkan publik dunia. Lebih dari 107 jemaah haji dari berbagai negara meninggal dunia akibat insiden ini, termasuk dua warga negara Indonesia (WNI).

Sebanyak 31 WNI lainnya menderita luka berat dan ringan, dan jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah.

Musibah semacam ini bukan kali pertama terjadi menjelang pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi. Melansir The Guardian, sebelumnya terjadi di Mina pada 2006, ketika lebih dari 306 jemaah haji meninggal dunia terinjak-injak ketika sedang melempar jumroh.

Sehari sebelum ibadah haji dimulai pada tahun 2006, sebuah hostel delapan lantai yang berada di Masjidil Haram runtuh, sekitar 73 orang meninggal dunia.

Insiden mematikan karena terinjak-injak dan berdesak-desakan ketika prosesi melempar jumroh di Mina juga terjadi pada tahun 2004, 244 jemaah haji meninggal dunia; pada 2001, 35 jemaah haji meninggal dunia; pada 1998, 180 jemaah haji meninggal dunia dan pada 1994 sebanyak 270 jemaah haji meninggal dunia.

Insiden lainnya yang pernah menyelimuti ibadah haji terjadi pada 1997, ketika kebakaran terjadi di tenda-tenda haji di Mina. Kobaran api saat itu diperparah dengan cuaca buruk beserta angin kencang, menyebabkan 1.500 jemaah terluka.

Pada 1990, menjadi tahun dengan tragedi terburuk pada saat proses ibadah haji ketika 1.426 jemaah haji meninggal dunia akibat terinjak-injak di terowongan pejalan kaki yang penuh sesak menuju Mekkah. 

Terkait insiden jatuhnya crane, hingga saat ini sejumlah korban yang terluka masih mendapat perawatan di beberapa rumah sakit yang berada di sekitar Mekkah.

"Sejumlah jemaah yang luka ringan ditangani oleh petugas kesehatan haji Indonesia, sementara korban luka lainnya dirawat di RS Zahir dan RS Al-Nur," kata Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Syailendra Dharmakirtri, seperti dikutip CNN Indonesia, Sabtu (11/9/2015). 

Syailendra menyatakan bahwa saat ini situasi di Masjidil Haram sudah kembali seperti sedia kala, meskipun sebelumnya sempat ditutup sementara untuk mempermudah evakuasi korban pasca insiden tersebut. (zal/cnn)

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.