Friday, 20 April, 2018 - 22:34

Musim Panen Tiba, Harga Beras Petani di Parigi Malah Anjlok

ILUSTRASI - Panen padi di sawah. (Foto : Ist)

Parigi, Metrosulawesi.com - Hasil panen padi yang melimpah di Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng  dalam sepekan ini justru menjadikan harga beras yang dibeli dari petani anjlok. Petani mengaku anjloknya harga beras ini akibat permainan harga oleh  tengkulak.

Harga beras di Sausu bisa anjlok karena hanya Rp.6.500 dibandingkan sebelumnya yang bisa mencapai Rp.8.000. Anjloknya harga beras dianggap sangat merugikan petani karena ongkos yang harus dikeluarkan untuk proses pengolahan sawah  lebih mahal ketimbang hasil yang diperoleh dari penjualan beras

Petani kewalahan saat memasarkan berasnya, selain melimpahnya beras asal luar negeri, kondisi ini turut diperparah oleh tindakan tengkulak yang kerap memainkan harga. Permainan harga yang dilakukan oleh tengkulak diduga diakibatkan oleh melimpahnya beras di Kecamatan tersebut.

“Kita sulit pasarkan beras soalnya tengkulak itu sering mainkan harga sampai harga paling murah dan kami sangat rugi. kalau kami tidak kasi dia harga murah pasti dia lari ke orang lain karena memang banyak sekali beras disini,” kata Suwatra, Minggu (9/11/2014) kemarin.

Semakin melimpah beras maka semakin besar kemungkinan penekanan harga yang dilakukan oleh tengkulak. Hal ini sangat membuat para petani kewalahan.

Meskipun begitu kondisi tersebut harus diterima petani daripada beras mereka tidak laku, kalaupun disimpan akan membusuk dimakan kutu. Kalaupun mereka harus menyimpan beras dari hasil panennya, mereka hanya menyimpan untuk persediaan makan beberapa bulan kedepan sebelum masa panen kembali tiba.

 
Editor : Subandi Arya